KAJIAN PRAKTEK PERDAGANGAN ORANG DI INDONESIA

M. Makhfudz

Abstract


Abstract


Initially, human trafficking was solely assumed to be the excess of economic pressure. Such an issue has been getting more complicated due to the government’s failure in improving the economic sector. At present, human trafficking has transformed in such a way that it, with the help of illicit syndicates, emerges as a lucrative industry. This paper offers formulations to cope with and eradicate any forms of human trafficking which rampantly victimizes Indonesian locals.
Keywords: human trafficking, economic development, citizens
Abstrak
Pertama tindak pidana penjualan orang disebabkan karena faktor tekanan ekonomi di Tanah Air,tapi kemudian lama kelamaan bekembang karena sulit mencari lapangan kerja.Kesulitan membuka lapangan kerja itu juga didukung oleh program Pemerintah yg mengalami kegagalan dalam melakukan pembangunan karena tidak di minati oleh Investor Asing karena problema internal negara yaitu banyaknya Pungli (pungutan liar) situasi dan kondisi negara yang tidak stabil baik dari kondisi ekonomi negara maupun keamanan..Kemudian tambah berkembang lagi karena dukungan terbentuknya kelompok sindikat di luar negeri,sehingga mendorong perbuatan Pidana Penjualan Orang menjadi sebuah industri.Perkembangan Perbuatan Pidana Penjualan orang timbul berbagai macam seperti kita lihat dilapangan yaitu Praktek Penjualan Organ Manusia disampingpraktek penjualan orang sebagai praktek Perbudakan gaya baru dan penjualan orang sebagai penyedia hotel sebagai wanita penghibur dan penyedia pemuasan nafsu para hidung belang karena sebagai komoditi mahal sebagai penyedia industri Hiburan
Kata Kunci : trafficking, violeted right, innmoral


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33476/ajl.v4i1.35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.