Pengaruh Infusa Wortel (Daucus carota L.) Terhadap Histopatologi Ginjal Tikus Jantan Yang Diinduksi Uranium

Windhartono W., Zainul Kamal, Ediati Sasmito

Abstract


Ginjal merupakan organ vital yang berperan sangat penting dalam mempertahankan kestabilan lingkungan dalam tubuh dengan fungsi utama yaitu filtrasi oleh glomerulus, reabsorbsi dan sekresi tubulus. Kerusakan sel ginjal sampai kematian sel akan menyebabkan fungsi ginjal terganggu. Efek paparan senyawa radioaktif salah satunya dapat menyebabkan terjadinya gangguan sel-sel ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa wortel (Daucus carota L.) dalam mencegah gangguan sel ginjal akibat paparan uranium. Uji proteksi dilakukan dengan membagi 30 tikus jantan dewasa menjadi enam kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I tanpa diberi perlakuan, kelompok II diberi uranium 8 ppm dosis 0,01 mL/g BB sebagai kontrol negatif, kelompok III sebagai kontrol positif dengan vitamin C 200 mg/70 kg BB yang diberikan 15 menit sebelum pemajanan uranium, kelompok IV,V, dan VI sebagai kelompok uji proteksi kerusakan sel ginjal diberi infusa wortel (Daucus carota L.) berturut-turut 10%, 20%, 30% dengan dosis 0,01 mL/g BB 15 menit sebelum diberi uranium 8 ppm dosis 0,01 mL/g BB. Lima hari kemudian hewan dikorbankan dan diambil organ ginjalnya untuk dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis berupa pengamatan kondisi fisik organ ginjal, pengamatan terhadap nekrosis sel ginjal, dan skoring tipe kerusakan untuk menganalisis efek proteksinya. Hasil pemeriksaan histopatologi menyimpulkan bahwa infusa wortel dapat mengurangi kerusakan sel ginjal akibat paparan senyawa radioaktif uranium.

Kidney is the vital organ which has an importance role in maintaining environmental stability of the body, with the main functions are glomerulus filtration, reabsorption and secretion by tubulus. The damage of kidney cells will reduce kidney function. If a kidney is exposed to radioactive substance it could deteriorate the kidney. The aim of this research was to find out the effect of carrot infusion used to prevent kidney cells disorder due to uranium exposure. Thirty rats wistar strain divided into 5 groups were used in this study, comprising of 5 rats in each groups throughout the experiment. Group I was a normal control group. Group II was given uranium of 8 ppm 0,01 mL/g BW as negative control group. Group III was given vitamin C of 200 mg/70 kgBW 15 minute prior to uranium exposure. Group IV-VI were given carrot infusion at 10%, 20%, 30% dose of 0,01 mL/g BW 15 minutes prior to uranium exposure. The rats were sacrificed in day-5, to observe the kidney’s damage upon macroscopy and microscopy examination, involving physical condition of the kidney, necrosis of kidney cells and scoring the damage of kidney cells. The microscopic examination toward necrosis of kidney cells showed that carrot infusion can reduce cell damage due to radioactive compound of uranium.


Keywords


kidney cell disorder; uranium; carrot

References


Anonim 2003. ISO Indonesia volume 38, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Jakarta.

Anonim 2006. ToxFAQs™ for Uranium, available at http:// ATSDR - ToxFAQs™ Uranium.cdc.gov (diakses 06 Desember 2006)

Durakoviæ A 1999. Medical Effect of Internal Contamination with Uranium, available at http://www.cmj.hr/index.php?P=1760 (diakses 08 Mei 2007).

Nelly 2005. Buku Ajar Radiofarmasi, Departemen Farmasi FMIPA UI, Percetakan ARI CIPTA, Jakarta.

Price SA 1995. PATOFISIOLOGI: Konsep Klinis dan Proses-Proses Penyakit, diterjemahkan oleh Peter Anugrah, EGC, Jakarta, 767, 770-777.

Underwood JCE 1999. Patologi dan Sistematika Vol 2, E.G.C. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.

Wardhana WA 1995. Radiasi dan Ekologi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 111-117.

Widatama A 2006. Efek Perasan Umbi Jalar (Ipomoea batatas L.) Pada Tikus Putih Jantan Yang Mengalami Gangguan Sel Hati Akibat Induksi Uranium, Skripsi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v21i1.20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Kedokteran YARSI



__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.