Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Rasio Lingkar Pinggang Panggul pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun Pertama dan Tahun Kedua

Istri Bela Cantika, Etty Widayanti, Yenni Zulhamidah

Sari


Latar Belakang: Gaya hidup modern saat ini cenderung merugikan karena berdampak buruk pada kesehatan seperti memilih makanan siap saji (instant) atau fast food yang dianggap lebih praktis namun mengandung gizi tidak seimbang sehingga memicu berbagai penyakit ditandai dengan gejala obesitas. Mahasiswa cenderung memiliki gaya hidup modern yang praktis dan kebiasaan mengonsumsi makanan fast food sebagai pilihan utama untuk makan sehari-hari. Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena 75% dari mereka cenderung mengalami obesitas pada saat dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional analitik. Data primer yang didapatkan merupakan hasil sampling dengan metode simple random sampling. Metode korelasi Chi Square dan C Cramers digunakan untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel 2010 dan analisis korelasional dengan SPSS Statistics 17.0. Hasil: Berdasarkan uji korelasional dari konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul menghasilkan nilai signifikansi yang lebih besar dari alpha. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua. Simpulan: Tidak terdapat adanya hubungan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua.

Kata Kunci


Konsumsi Fast Food; Rasio Lingkar Pinggang Panggul; Obesitas

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Al-otaibi H. and Basuny A. 2015. Fast Food Consumption Associated with Obesity/Overweight Risk among University Female Student in Saudi Arabia. Pakistan Journal of Nutrition. 14 (8), p511-516.

Amaliah. 2005. Faktor-faktor yang berhubungan dengan persen lemak tubuh remaja; studi kasus di SMA Budi Mulia dan SMA Rimba Madya Kota Bogor, Jawa Barat Tahun 2004. (Thesis). Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Candrawati S. 2011. Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Pinggang Mahasiswa. Jurnal Keperawatan Soedirman. 6 (2), p112-118.

Cashdan, et al. 2008. Waist Hip Ratio a Cross Sectional: Trade-Offs Between Androgen and Estrogen Dependent Trials. The Wenner-Gren Foundation for Anthopological Research.

Christina A. 2012. Hubungan Antara Gaya Hidup dengan Rasio Lingkar Pinggang Panggul Orang Dewasa di Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah 2010. Skripsi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Depok: Universitas Indonesia.

Darvishi L, Ghiasvand R, Ashrafi M, Ashrafzadeh E, Askari G, Shiranian A. and Hasanzadeh A. 2013. Relationship between Junk Foods Intake and Weight in 6-7 Years Old Children, Shahin Shahr and Meymeh, Iran. J Educ Health Promot. 1 (1), p6-10.

Department of Health, Goverment of South Australia. 2007. Risk Factors Waist Hip Ratio. Epidemiological Series Report.

Gibson RS. 2005. Principles of Nutritional Assessment. United States of America: Oxford University Press. 908.

Guo SS and Chumlea WC. 1999. Tracking of Body Mass Index in Children in Relation to Overweight in Adulthood. Am J Clin Nutr. 70 (1), p145S-148S.

Jannah W, Bebasari E. and Ernalia Y. 2015. Profil Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau Angkatan 2012 dan 2013 Berdasarkan Indeks Massa Tubuh, Waist Hip Ratio dan Lingkar Pinggang. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2 (1), p1-7.

Levine J. and Miller J. 2007. The Energy Expenditure of Using a “Walk and Work” Desk For Office Workers with Obesity. British Journal Sports Medicine. 41, p558 - 561.

Lutfi S. 2011. Makan Teratur Mahasiswa Tingkat Akhir. Sumber: http://lutiblurry.com Diakses pada tanggal 30 Desember 2018.

Mulyadi CK, Fransisca, Pramudya KM, Kevin, Lenardi M. and Sukmaniah S. 2013. Hubungan Antropometri, Aktivitas Fisik, dan Pengetahuan Gizi dengan Asupan Energi dan Komposisi Makronutrien pada Remaja. Hubungan Antropometri 1(2): 90-99.

Mulyani N. and Rita N. 2016. Correlation of Waist-hip Circumference Ratio with Level of Blood Glucose on Employees in Community Health Centers at Sakti, Pedie. Jurnal Action: Aceh Nutrition Journal. 1 (2), p94-98.

Mu'tadin Z. 2002. Obesitas dan Faktor Penyebab. Sumber: http://www.epsikologi.com/remaja/130502.htm. Diakses pada tanggal 30 Desember 2018.

Nurlita N. and Mardiyati N. 2017. Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Tempat Tinggal pada Mahasiswa FIK dan FT Universitas Muhammadiyah Surakarta. Seminar Nasional Gizi 2017 Program Studi Ilmu Gizi UMS. 1 (1), p23-28.

Payab M, Kelishadi R, Qorbani M, Motlagh M.E, Ranjbar S.H, Ardalan G, Zahed H, Chinian M, Asayesh H, Larijani B. and Heshmeat R. 2015. Association of Junk Food Consumption with High Blood Pressure and Obesity in Irian Children and Adolescents: the CASPIAN-IV Study. Journal de Pediatria. 91 (2), p196-205.

Purwanti S. 2002. Perencanaan Menu untuk Penderita Kegemukan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Supariasa N, Bakri B. and Fajri I. 2001. Penilaian status gizi. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGC.

Wells JCK. 2005. Measuring Body Composition. Arch. Dis. Child. 9 (1), p612–617.

Xu H, Short S. and Liu T. 2013. Dynamic Relations between Fast-food Restaurant and Body Weight Status: A Longitudinal and Multilevel Analysis of Chinese Adults. J Epidemiol Community Health. 67 (3), p271-279.




DOI: https://doi.org/10.33476/mkp.v12i2.1749

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.