Penyerupa dan Penyerta Tuberkulosis Paru yang Terdiagnosis Berdasarkan Gambaran CT-scan Toraks Pada Rumah Sakit Rujukan Tersier

Nur Amelia Bachtiar, Sri Asriyani, Bachtiar Murtala, Nikmatia Latief, Irawaty Djaharuddin, Andi Alfian Zainuddin

Sari


Latar belakang: Sistem rujukan berjenjang dapat mempengaruhi karakteristik lesi pada CT-scan toraks pasien terduga tuberkulosis (TB) paru pada rumah sakit rujukan tersier. Hal ini dapat menyamarkan keberadaan penyerupa dan penyerta TB paru. Metode Penelitian: Sampel adalah pasien yang terdiagnosis TB paru oleh ahli radiologi pada periode Oktober 2018 hingga Juni 2019. Analisis Chi-square dilakukan untuk menguji kesesuain 12 karakteristik CT-scan toraks (Konsolidasi, kavitas, tree-in-bud, fibrokalsifikasi, air-bronchogram-sign, lesi noduler, efusi pleura, atelektasis, bercak infiltrat, lymphadenopathy, bronchiectasis, ground glass opacity) dengan diagnosis akhir klinisi. Pencatatan penyerupa dan penyerta TB dilakukan setelah diagnosis akhir ditegakkan. Hasil: Dari 137 sampel, hanya 61 (44.5%) pasien yang terdiagnosis sebagai TB paru aktif, 38 (27.7%) terdiagnosis sebagai bekas TB paru dan 38 (27.7%) lainnya terdiagnosis sebagai penyakit paru bukan tuberkulosis. Dari 12 variabel yang dievaluasi, karakteristik yang sesuai dengan diagnosis klinisi adalah tree-in-bud (p = 0.019) dan lymphadenopathy (p = 0.039). Penyakit penyerupa dan penyerta terbanyak adalah tumor paru dan infected bronchiectasis. Simpulan: Gambaran CT-scan pasien TB paru sangat beragam pada rumah sakit rujukan tersier. Diperlukan ketelitian ahli radiologi dan kerja sama yang baik dengan klinisi untuk mendeteksi berbagai kemungkinan diagnosis yang dapat menyerupai dan menyertai TB paru

Kata Kunci


Tuberkulosis paru; Gambaran CT-scan; Penyerupa; Penyerta

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Bhatt M, Kant S & Bhaskar R. 2012. Pulmonary tuberculosis as differential diagnosis of lung cancer. South Asian journal of cancer, 1(1), 36–42. doi:10.4103/2278-330X.96507.

Center for Disease Control and Prevention (CDC). 2016. TB Case Rates by Age Group and Sex. United States, 2016. Retrieved from: https://www.cdc.gov/tb/statistics/surv/surv2016/default.htm,

Claassens MM. 2012. Overdiagnosis of and treatment initiation delay in smear-negative pulmonary tuberculosis patients. Public health action, 2(4), 100. doi:10.5588/pha.12.0095.

Desikan P. 2013. Sputum smear microscopy in tuberculosis: is it still relevant? The Indian journal of medical research, 137(3), 442–444.

Dhingra VK, Aggarwal N, Rajpal S, Aggarwal JK, Gaur SN. 2003. Validity and Reliability of Sputum Smear Examination as Diagnostic and Screening Test for Tuberculosis. Indian Journal of Allergy Asthma Immunology, 17(2).

Horton KC, MacPherson P, Houben RM, White RG & Corbett EL. 2016. Sex Differences in Tuberculosis Burden and Notifications in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review and Meta-analysis. PLoS medicine, 13(9), e1002119. doi:10.1371/journal.pmed.1002119.

Icksan A, Faisal A, Syahruddin E. 2017. The Accuracy of Aziza’s Scoring System in Limited Slice Non-Enhanced Thoracic CT for The Diagnosis of Adult Pulmonary TB. Medical Journal of Indonesia. Http://dx.doi.org/10.13181/mjl.v26l1.1432.

Keikha M & Esfahani BN. 2018. The Relationship between Tuberculosis and Lung Cancer. Advanced biomedical research, 7, 58. doi:10.4103/abr.abr_182_17.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Nasional Pengendalian TB. Halaman 16. Accessed on: 9/24/2018. Available online: http://www.tbindonesia.or.id/opendir/Buku/bpn_p-tb_2014.pdf.

Khajotia RR, Poovaneswaran S. 2013. Pulmonary Tuberculosis Manifesting as “Tree-in-bud” Opacities on Chest Radiography. Family Medicine and Community Health: Case Study.1(1):53-55.

Lee SW, Jang YS, Park CM, Koh WJ, Yim JJ, Jeon K. 2010. The Role of Chest CT Scanning in TB Outbreak Investigation. Chest. DOI: 10.1378/chest.09-1513.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Hal.6.

Mohseni S, Shojaiefard A, Khorgami Z, Alinejad S, Ghorbani A & Ghafouri A. 2014. Peripheral lymphadenopathy: approach and diagnostic tools. Iranian journal of medical sciences, 39(2 Suppl), 158–170.

Naderi H, Sheybani F, Erfani SS, Amiri B & Nooghabi MJ. 2017. The mask of acute bacterial pneumonia may disguise the face of tuberculosis. Electronic physician, 9(3), 3943–3949. doi:10.19082/3943.

Rossi SE, Franquet T, Volpacchio M, Gimenez A, Aguilar G. 2005. Tree-in-bud Pattern at Thin-Section CT of the Lungs: Radiologic–Pathologic Overview. RSNA Education Exhibits. https://doi.org/10.1148/rg.253045115.

Sugihantono A. 2018. Kebijakan dan Langkah Operasional Dalam Eliminasi TBC, Penurunan Stunting dan Peningkatan Imunisasi Tahun 2018. Rakerkesnas. Hal.1-3.

Thakkar K, Ghaisas SM & Singh M. 2016. Lymphadenopathy: Differentiation between Tuberculosis and Other Non-Tuberculosis Causes like Follicular Lymphoma. Frontiers in public health, 4, 31. doi:10.3389/fpubh.2016.00031.

WHO. 2018. Global TB Report. Accessed On: 9/24/2018. Available online: https://www.who.int/tb/publications/global_report/en/.




DOI: https://doi.org/10.33476/mkp.v12i2.1747

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.