Hubungan Penebalan Dinding Kandung Kemih pada Ultrasonografi dengan Nitrit Urin pada Penderita Klinis Sistitis

Ana Majdawati

Abstract


Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi berupa pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme dalam  saluran kemih yang meliputi ginjal sampai kandung kemih, salah satu jenis ISK adalah sistitis. Ultrasonografi (USG) dasawarsa terakhir ini merupakan pemeriksaan yang sering digunakan sebagai pilihan penunjang diagnostik pada beberapa kasus yang berhubungan dengan ISK. Pemeriksaan nitrit urin diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya bakteriuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penebalan dinding kandung kemih pada pemeriksaan USG dengan nitrit urin pada penderita dengan klinis ISK. Desain penelitian ini adalah observasional dengan studi cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis pasien RS PKU Muhammadiyah 1-2 Yogyakarta untuk semua kasus ISK periode 1 Juli 2010 sampai 31 Agustus 2011. Data rekam  medis yang digunakan adalah subyek penelitian dengan suspek ISK yang mempunyai hasil laboratorium urin rutin (nitrit urin) dan tebal dinding kandung kemih potongan transversal dan longitudinal pada pemeriksaan USG. Hasil analisa data dengan uji Chi-Square didapatkan nilai p (0,190) > 0,05, CI 0,555 – 14,119. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penebalanUSG kandung kemih dengan hasil pemeriksaan sedimen urin leukosit. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi berupa pertumbuhan danperkembangbiakan mikroorganisme dalam  saluran kemih yang meliputi ginjalsampai kandung kemih, salah satu jenis ISK adalah sistitis. Ultrasonografi(USG) dasawarsa terakhir ini merupakan pemeriksaan yang sering digunakansebagai pilihan penunjang diagnostik pada beberapa kasus yang berhubungandengan ISK. Pemeriksaan nitrit urin diperlukan untuk mengetahui ada tidaknyabakteriuria.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarapenebalan dinding kandung kemih pada pemeriksaan USG dengan nitrit urinpada penderita dengan klinis ISK. Desain penelitian ini adalah observasionaldengan studi cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari catatanrekam medis pasien RS PKU Muhammadiyah 1-2 Yogyakarta untuk semuakasus ISK periode 1 Juli 2010 sampai 31 Agustus 2011. Data rekam  medisyang digunakan adalah subyek penelitian dengan suspek ISK yang mempunyaihasil laboratorium urin rutin (nitrit urin) dan tebal dinding kandung kemih potongan transversal dan longitudinal pada pemeriksaan USG. Hasil analisa data dengan uji Chi-Square didapatkan nilai p (0,190) > 0,05, CI 0,555 –14,119. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penebalanUSG kandung kemih dengan hasil pemeriksaan sedimen urin leukosit.

Keywords


ISK; Ultrasonografi; Pemeriksaan Nitrit Urin

Full Text:

PDF

References


Agus T 2001. Infeksi Saluran Kemih, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I edisi IV. Jakarta: FK UI.

Anwar R 2008. Bakteri Gram-Positif dari Air Kemih. Majalah Kedokteran Nusantara 41 (1): 36-38.

Azis NR 2006. Uji diagnostik carik celup pada infeksi saluran kemih. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta

Batchelor BIF, Hunt AR, Bowler ICJ, Crook DWM 1996. Laboratory detection of leucocyte esterase and nitrite as an alternative to urine microscopy (letter). Eur J Clin Microbiol Infect Dis; 15:663–4.

De Jong W 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2. Jakarta: EGC Fuller CE, Threatte GA, Henry JB. Basic examination of the urine. In:

Henry JB, Davey FR, Herman CJ, et al., 2001. eds. Clinical diagnosis and management by laboratory methods. 20th ed. Philadelphia: WB Saunders:367– 402.

Jarvis A, Richardson S 2002. Management Urinary Tract Infection in Children, Practice guideline. Child Health Network.

Koeijers JJ, Kessels AGH, Sita N, Bartelds A, Donker G et al. 2007. Evaluation of the Nitrite and Leukocyte Esterase Activity Tests for the Diagnosis of Acute Symptomatic Urinary Tract Infection in Men. Clinical Infectious Diseases 45, 479-481 Purnomo BB 2003. Dasar-dasar urologi (2nd Ed). Jakarta: CV. Sagung Seto.

Shortliffe & McCue JD 2002. Urinary Tract Infection at The Age Extremes: Pediatric and Geriatric (Abstract). The American Journal of Medicine; Vol.113,p.55-56. Diakses tanggal 6 April 2011 dari www.amjmed.com

Santosa A, Tjahjodjati RA, Tarmono A 2005. Panduan Penatalaksanaan (Guidelines) Pediatric Urology (Urologi Anak) di Indonesia; Infeksi Saluran Kemih.

Santos JCD, Weber LP, Perez LRR 2007. Evaluation of Urinalysis Parameters to Predict Urinary-Tract Infection. The Brazilian Journal of Infectious Diseases 11(5):479-481.

Sabiston D 1994. Buku Ajar Bedah Bagian 2. Jakarta:EGC.




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v20i1.155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of Jurnal Kedokteran YARSI.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.