Gambaran Parenting Stress Dan Coping Stress Pada Ibu Yang Memiliki Anak Kembar

Stephanie Lestari, Yapina Widyawati

Abstract


Dalam proses pengasuhan (parenting), beberapa faktor dapat mempengaruhi orang tua. Faktor tidak hanya orang tua saja, tetapi karakteristik anak juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi. Salah satu karaktersitiknya adalah anak kembar. Memiliki anak kembar dapat menimbulkan tantangan yang lebih besar karena tanggung jawab orang tua menjadi berlipat ganda pada saat yang bersamaan dan dapat menimbulkan (parenting stress). Parenting stress dapat memberikan pengaruh negatif dalam hubungan anak dan orang tua terutama pada ibu yang umumnya lebih banyak terlibat dalam pengasuhan di awal kehidupan. Ibu yang mengalami stres lebih mungkin untuk menampilkan kurangnya kasih sayang, penerimaan, pengawasan, serta lebih dapat memunculkan kontrol dan disiplin. Ibu yang mengasuh lebih dari satu anak berpendapat bahwa stres merupakan salah satu masalah serius yang mereka hadapi. Dikatakan pula bahwa stres yang dialami oleh orang tua dan kemampuan mereka untuk mengatasi (coping stress), dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan non ekperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pareting stress serta coping stress pada ibu yang memiliki anak kembar. Partisipan adalah ibu yang memiliki anak kembar di SD kelas 3 - 6. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi adaptasi dari alat ukur Parenting Stress Index (PSI) serta alat ukur Cope Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak kembar memiliki tingkat stres yang sedang. Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa karakteristik distractibility yang dimiliki oleh anak kembar (baik kakak maupun adik) dapat menyebabkan ibu menjadi stres. Strategi coping yang lebih banyak dilakukan oleh ibu yang memiliki anak kembar yaitu planning dan turning to religion.


Kata kunci: stres pengasuhan, coping, anak kembar

 


Full Text:

PDF

References


Alsa, A. (2003). Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anastasi, A. & Urbina, S. (1997). Psychological testing (Ed. ke-4). New Jersey: Prentice Hall.

Atwater, E. (1983). Psychology of adjustment (Ed. ke-2). New Jersey: Prentice-Hall.

Au, A., Chan, Y., Cheung, G., Yuen, P., & Lee, T. (2008). Examining the correlation between parenting stress and social support and loneliness in chinese mothers living in a socially impoverished community in hongkong. Journal of Psychology in Chinese Societies, 9 (2), 167-192.

Bigner, J. J. (2002). Parent-child relations: An introduction to parenting (Ed. ke-6). New Jersey: Prentice-Hall Boulton,

M. G. (1983). On being a mother: A study women with preschool children. London: Tavistock Publication.

Brooks, J. B. (1999). The process of parenting (Ed. ke-5). California: Mayfield Publishing Company.

Carver, C. S., Scheier, M. F., & Weintraub, J. K. (1989). Assessing coping strategies: A theoretically based approach. Journal of Personality and Social Psychology, 58, 267-283.

Chase-Lansdale, P. L., & Pittman, L. D. (2002). Welfare reform and parenting: Reasonable expectations. The Future of Children, 12(1), 166-185.

Crnic, K. A., Gaze, C., & Hoffman, C. 2005. Cumulative parenting stress across the preschool period: Relations to maternal parenting and child behaviour at age 5. Infant and Child Development, 14, 117-132.

Crocker, L. & Algina, J. (1986). Introduction to classical and modern test theory. New York: Horcourt

Brace Jovanovich Davidson, S. T. (2005). The great twin debate. Psychology Today, 38, 4.

Deater-Deckard, K. (2004). Parenting stress (current perspectives in psychology). London: Yale University Press.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Editor of Time-Life Books. (1987). Family ties. New Jersey: Time Life Books.

Ello, L. M. & Donovan, S. J. (2005). Assessment of the relationship between parenting stress and a child‟s ability to functionally communicate. Research on Social Work Practice, 15, 531.

Gravetter, F. J. dan Wallnau, L. B. (2007). Statistics for the behavioral science. (Ed. ke-7). Singapore: Thomson Learning

Gunarsa, S.D. & Gunarsa, S. Y. (1991). Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: BDK Gunung Mulia.

Harmon, D. K. & Perry, A. R. (2011). Fathers‟ unaccounted contributions: Paternal involvement and maternal stress. Families in Society, 92(2), 176-182.

Hawari, D. (2001). Manajemen Stres Cemas dan Depresi. Jakarta: FKUI.

Herz, L. & Gullone, E. (1999). The relationship between self-esteem and parenting style: A cross-cultural comparison of Australian and Vietnamese Australian adolescents. Journal of cross-cultural psychology, 30(6), 742-761.

Hoffman, C. D., Sweeney, D. P., Hodge, D., Lopez-Wagner, M. C., & Looney, L. (2009). Parenting stress and closeness: Mothers of typically developing children and mothers of children with autism. Focus on Autism and Other Developmental Disabilities, 24(3), 179-187.

Hoghughi, M. (2004). Parenting - an introduction. Handbook of Parenting, 1, 1-16.

Hurlock, E. B. (1995). Perkembangan Anak (Ed. ke-6). Jakarta: Erlangga.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.

Jacob, T., Moser, R. P., Windle, M., Loeber, R., & Stouthamer, M. (2005). A new measure of parenting practices involving preadolescent and adolescent-aged children. Behavior modification, 24(5), 611-634.

Lee, C. (1989). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Jakarta: Arcan.

Kail, R. V. (2010). Children and their development (Ed. ke-5). New Jersey: Pearson Education.

Kendal-Tockett, K. A. (2005). Handbook of women, stress, and trauma. New York: Taylor & Francis Group.

Kerlinger, F. N. (1990). Asas-asas Penelitian Behavioral (Ed. ke-3). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kumar, R. (2005). Research methodology: A step-by-step guide for beginners (Ed. ke-2). London: Sage Publications.

Kurniawati, F. & Windiyaningrum, A. (2006). Burnout Guru Kelas Dengan Siswa ADHD di Sekolah Dasar Inklusif. Jurnal Sosial & Humaniora, 01(03), h. 251-272.

Lyons, A. M., Leon, S. C., Phelps, C. E. R., & Dunleavy, A. M. (2010). The impact of child symptom severity on stress among parents of children with ASD: The moderating role of coping styles. Journal of Child and Family Studies, 19, 516-524.

McKinney, C., & Renk, K. (2008). Differential parenting between mothers and fathers: Implications for late adolescents. Journal of Family Issues, 29, 806-827.

Mulyadi, S. (1996). Kiat Menghadapi Anak Kembar. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Ogden, J. (2007). Health psychology (Ed. ke-4). New York: McGraw-Hill.

Olson, D. H. & DeFrain, J. (2003). Marriages and families: Intimacy, diversity, and strengths. New York: McGraw-Hill.

Ong, L. C., Afifah, I., Sofiah, A., & Lye, M. S. (1998). Parenting stress among mothers of Malaysian children with cerebral palsy. Annals of Tropical Paediatrics, 18(4), 301-307.

Pandia, W. S. S. (2011). Perempuan dan Karirnya: Nafkah versus aktualisasi diri. Dalam N. Nurrachman & I. Bachtiar (eds.). Psikologi Perempuan: Pendekatan Kontekstual Indonesia (h.159- 178). Jakarta: Universitas Atma Jaya.

Papilia, D. E., Olds, S. W., & Fieldman, R. D. (2008). Human development (Ed. ke-10). New York: McGraw-Hill.

Peck, J. C. (1993). Wanita dan Keluarga (Pemenuhan Jati Diri dalam Perkawinan Keluarga). Jakarta: Penerbit Kanisius.

Primaldhi, A. (2008). Hubungan antara Trait Kepribadian Neuroticism, Strategi Coping, dan Stres Kerja. JPS, 14(3), 205-217).

Rice, P. L. (1999). Stress and health. California: Brooks/Cole

Rogers, T. & Graham, F. (2001). Responding to stress: Mengatasi Stres. Jakarta: Gramedia.

Santrock, J. W. (2009). Life-span development (Ed. ke-12). Boston: McGraw-Hill.

Sarafino, E. P. (1994). Health psychology: Biopyschosocial interactions (Ed. ke-6). New York: John Wiley & Sons.

Spera, C. (2006). Adolescents‟ perceptions of parental goals, practices, and styles in relation to their motivation and achievement. The Journal of Early Adolescence, 26(4), 456-490

Tahmassian, K., Anari, M. A., & Fathabadi, M. (2011). The influencing factors of parenting stress in Iranian mothers. International Conference on Social Science and Humanity, 5, 190-192.

Taubman-Ben-Ari, O., Findler, L., Bendet, C., Stanger, V., Ben-Shlomo, S., & Kuint, J. (2008). Mother‟s marital adaptation following the birth of twins or singletons: Empirical evidence. Health and social work, 33(3), 189.

Taylor, S.E. (2006). Health psychology. (Ed. ke-6). New York: McGraw-Hill

Tembong, G. P. (2006). Smart parenting. Jakarta: Gramedia.

Tinglof, C. B. (2009). Double duty: The parent’s guide to raising twins, from pregnancy through the school years (Ed. ke-2). New York: McGraw-Hill. Vig, D. & Jaswal I. J. S. (2008). Impact of rarental stress on their relationship with teenage children. Studies on Home and Community Science, 2(1), 51-57.




DOI: https://doi.org/10.24854/jps.v4i1.516

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Journal Psikogenesis



INDEXED IN:

Garuda Google Scholar CrossRef

OneSearch Indonesia BASE ROAD

DOAJSINTA

 

YARSI

Fakultas Psikologi 
Universitas Yarsi 
Jln. Letjend Soeprapto, Cempaka Putih 
Jakarta Pusat 10510 
Telp/fax : 021-4223138 


Web Analytics View Jurnal Psikogenesis Stats

Free counters!

Creative Commons License
Jurnal Psikogenesis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.