Komunikasi Interpersonal dan Kepuasan Pernikahan pada Partner Phubbing

Ayu Purnamasari, Amalia Juniarly, Lily Paradita

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Partisipan pada penelitian ini adalah 286 individu yang telah menikah dan memiliki pasangan pengguna smartphone, ada sebanyak 230 orang yang dipilih sebagai subjek penelitian karena berada dalam kategori partner phubbing sedang dan tinggi. Penelitian ini menggunakan satu buah kuisioner dan dua buah skala sebagai alat ukur, yakni kuisioner partner phubbing yang diadaptasi dari Roberts dan David (2016) untuk menyeleksi subjek penelitian, skala kepuasan pernikahan yang mengacu pada aspek dari Bradbury, Fincham, dan Beach (2000), dan skala komunikasi interpersonal yang mengacu pada aspek dari DeVito (2010). Hasil penelitian menunjukkan ada peran komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada partner phubbing  dengan nilai R square = 0,434 dan p = 0,000 (p<0,05). Komunikasi interpersonal memiliki peran dalam menentukan kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Oleh sebab itu, hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima

Keywords


Komunikasi interpersonal; Kepuasan pernikahan; Partner phubbing

Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2016). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Borrelli, J. (2015). Exploring the influence of smartphone technology within the context of marriage: an intervention study. ProQuest Dissertations and Theses, 47.

Bradbury, T. N., Fincham, F. D., & Beach, S. R. H. (2000). Research on the nature and determinants of marital satisfaction: a decade in review. Journal of Marriage and Family, 62(4), 964–980. Doi : 10.1111/j.1741-3737.2000.00964.x

Carandang, M. N. S., & Guda, I. V. P. (2015). Indicators of marital satisfaction of Batangueño couples: components of love and the other external factors in marriage. International Journal of Information and Education Technology, 5(1), 60–67. Doi : 0.7763/ijiet.2015.v5.477

Carroll, S. (2012). Couple communication as a mediator between work-family conflict and marital satisfaction. contemporary family therapy: An International Journal, 530–545. https://doi.org/35(3), 530-545. Doi:10.100710591-013-9237-7

Cizmeci, E. (2017). Disconnected , though satisfied?: pphubbing behavior and relationship satisfaction. The Turkish Online Journal of Design, Art and Communication, 7(2), 364–375.

Chotpitayasunondh, V., & Douglas, K. M. (2016). How “phubbing” becomes the norm: The antecedents and consequences of snubbing via smartphone. Computers in Human Behavior, 63, 9–18. Doi:10.1016/j.chb.2016.05.018

DeVito A. Joseph. (2010). Komunikasi Antarmanusia Edisi Kelima. Jakarta: Karisma Publishing.

Dewi, N. R., & Sudhana, H. (2013). Hubungan antara komunikasi interpersonal pasutri dengan keharmonisan dalam pernikahan. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 22–30. Doi :10.24843/jpu.2013.v01.i01.p03

Iqbal, M. (2018). Psikologi Pernikahan Menyelami Rahasia Pernikahan. Jakarta : Gema Insani.

Jamhur, M., & Dwima, A. (2019). Pengaruh komunikasi efektif terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang melakukan pernikahan dini. Cognicia, 7(4), 475–491.

McDaniel, B. T., & Coyne, S. M. (2016). “Technoference”: the interference of technology in couple relationships and implications for women’s personal and relational well-being. Psychology of Popular Media Culture, 5(1), 85–98. Doi :10.1037/ppm0000065

Michael, T. (2017). Alienasi dalam undang-undang republik indonesia nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Mimbar Keadilan, 229. Doi :10.30996/mk.v0i0.2195

Muslimah. (2014). Kepuasan pernikahan ditinjau dari keterampilan komunikasi interpersonal. Jurnal Soul, 7(2), 15–22.

Osakinle, E. O., & Okafor, V. C. (2013). Lack of effective communication among couples in Ekiti State, Nigeria. Asian Journal of Education and E-Learning, 01(05), 300–305.

Rahmayani, I. (2015). Indonesia Raksasa Teknologi Digital Asia . https://kominfo.go.id/content/detail/6095/indonesia-raksasa-teknologi-digital-asia/0/sorotan_media. (Diakses pada 05 Februari 2019)

Roberts, J. A., & David, M. E. (2016). My life has become a major distraction from my cell phone: Partner phubbing and relationship satisfaction among romantic partners. Computers in Human Behavior, 54, 134–141. Doi :10.1016/j.chb.2015.07.058

Saputra, A. (2018). Hampir Setengah Juta Orang Bercerai Di Indonesia Sepanjang 2018. https://news.detik.com/berita/d-4495627/hampir-setengah-juta-orang-bercerai-di-indonesia-sepanjang-2018 (Diakses pada 05 Februari 2019)

Srisusanti, S., & Zulkaida, A. (2013). Studi deskriptif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan perkawinan pada istri. UG Jurnal, 1(1), 133–141. Doi.org/10.13140/RG.2.2.30630.32324

Wang, X., Xie, X., Wang, Y., Wang, P., & Lei, L. (2017). Partner phubbing and depression among married Chinese adults: The roles of relationship satisfaction and relationship length. Personality and Individual Differences, 110, 12–17. Doi :10.1016/j.paid.2017.01.014

Yanuar, Y. (2019). Survei kepemilikan smartphone, Indonesia peringkat ke-24.https://tekno.tempo.co/read/1181645/survei-kepemilikan-smartphone-indonesia-peringkat-ke-24.(Diakses pada 07 Maret 2019)

Youarti, I. E., & Hidayah, N. (2018). Perilaku phubbing sebagai karakter remaja generasi z. Jurnal Fokus Konseling, 4(1), 143–152. Doi :10.26638/jfk.553.2099




DOI: https://doi.org/10.24854/jps.v8i2.1488

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Ayu Purnamasari, Amalia Juniarly, Lily Paradita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED IN:

Garuda Google Scholar CrossRef

OneSearch Indonesia BASE ROAD

DOAJSINTA

 

YARSI

Fakultas Psikologi 
Universitas Yarsi 
Jln. Letjend Soeprapto, Cempaka Putih 
Jakarta Pusat 10510 
Telp/fax : 021-4223138 


Web Analytics View Jurnal Psikogenesis Stats

Free counters!

Creative Commons License
Jurnal Psikogenesis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.