Gambaran Sindrom Ekstrapiramidal Pada Pasien Skizofrenia Yang Mendapat Terapi Antipsikotik

Dita Hasni, Muhammad Ridho, Mutiara Anissa

Abstract


Prevalensi skizofrenia di Sumatra Barat adalah 1.9 per seribu penduduk. Terapi utama skizofrenia menggunakan antipsikotik. Penggunaan antipsikotik dapat menyebabkan efek samping sindrom ekstrapiramidal (EPS) pada pasien skizofrenia, yang dapat meningkatkan morbiditas, menurunkan kepatuhan minum obat, dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kejadian efek samping sindrom ekstrapiramidal yang terjadi pada pasien skizofrenia yang mendapatkan terapi antipsikotik. Diikut sertakan 89 pasien pada penelitian cross sectional ini. Pengambilan data dilakukan secara consecutive sampling di poli rawat jalan RSJ HB Saanin Padang setelah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian ini menggunakan kuisioner Simpson Angus Extrapyramidal Side Effect Scale sebagai penentuan kriteria EPS. Pada penelitian ini diperoleh data pasien skizofrenia yang mengalami efek samping EPS sebesar 41,6 %, dengan antipsikotik tipikal sebesar 60%, antipsikotik atipikal sebesar 35.8 %, dan antipsikotik kombinasi sebesar 48.4% dari total responden. Pada penelitian ini diperoleh EPS yang banyak diderita adalah parkinsonisme

Keywords


Antipsikotik, EPS, Skizofrenia

References


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (2013) “Riset Kesehatan Dasar 2013,” Riset Kesehatan Dasar 2013.

Duma, S. R. dan Fung, V. S. C. (2019) “Drug-induced movement disorders,” Australian Prescriber. doi: 10.18773/austprescr.2019.014.

Gallego, J. A. et al. (2012) “Safety and tolerability of antipsychotic polypharmacy,” Expert Opinion on Drug Safety. doi: 10.1517/14740338.2012.683523.

Handayani, L. et al. (2017) “FAKTOR RISIKO KEJADIAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY),” HUMANITAS. doi: 10.26555/humanitas.v13i2.6069.

Lally, J. dan MacCabe, J. H. (2015) “Antipsychotic medication in schizophrenia: A review,” British Medical Bulletin. doi: 10.1093/bmb/ldv017.

Maria Jarut, Y. dan Wiyono, W. I. (2013) “TINJAUAN PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK PADA PENGOBATAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO PERIODE JANUARI 2013-MARET 2013,” PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 2(03), hal. 54–57.

Meltzer, H. Y. (2013) “Update on Typical and Atypical Antipsychotic Drugs,” Annual Review of Medicine, 64(1), hal. 393–406. doi: 10.1146/annurev-med-050911-161504.

Padmasari, S. dan Sugiyono, S. (2017) “EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH,” Acta Holist. Pharm, 1(1), hal. 25–32. Tersedia pada: https://ojs.farmasimahaganesha.ac.id/index.php/AHP/article/view/10.

Rofman, E. S. (2009) “Kaplan and Sadock’s Synopsis of Psychiatry,” The Journal of Clinical Psychiatry. doi: 10.4088/jcp.09bk05044.

Stroup, T. S. dan Gray, N. (2018) “Management of common adverse effects of antipsychotic medications,” World Psychiatry, 17(3), hal. 341–356. doi: 10.1002/wps.20567.

Tandon, R. (2011) “Antipsychotics in the treatment of schizophrenia: An overview,” Journal of Clinical Psychiatry. doi: 10.4088/JCP.10075su1.01.




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v27i3.983

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.