Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Kuantitas dan Kualitas Spermatozoa Tikus Putih Jantang (Rattus norvegicus) Strain Sprague Dawley

Andriani Andriani, Sri Nita

Abstract


Kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa yang memiliki khasiat yang sama dengan hormon estrogen dan dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen. Salah satu kelompok senyawa yang terdapat pada fitoestrogen adalah Isoflavon. Konsumsi isoflavon diduga dapat berpengaruh buruk pada kesuburan pria, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kedelai terhadap jumlah, morfologi, motilitas dan viabilitas spermatozoa tikus putih jantan (Rattus norvegicus) strain Sprague Dawley. Ekstrak kedelai diberikan secara oral dengan dosis 2,52 mg, 3,78 mg, dan 5,04 mg, sedangkan kelompok kontrol diberi aquades. Penelitian eksperimental ini dilakukan terhadap 24 tikus putih jantan selama 48 hari, setelah itu dilakukan pemeriksaan pada jumlah, morfologi abnormal, motilitas, dan viabilitas sperma. Analisis data menggunakan uji Homogenitas, One Way ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penurunan jumlah sperma, peningkatan morfo-logi abnormal, penurunan motilitas, dan penurunan viabilitas sperma tikus putih jantan pada dosis ekstrak kedelai 3,78 mg dan 5,04 mg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kedelai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah, peningkatan morfologi abnormal, penurunan motilitas, dan penurunan viabilitas spermatozoa tikus putih jantan.

Soy bean contains phytoestrogens, the compound that have properties similar to the estrogen hormone and can interact with estrogens receptors. Isoflavones is one of compound group which can be found in phytoestrogens. Consumption of isoflavones could be expected have adversely affected to male fertility. The study aims to determine the effect of soybean extract on sperm number, morphology, motility and viability of spermatozoa white male rats (Rattus norvegicus) of Sprague Dawley strain. Soybean extract was administered orally at a dose of 2.52 mg, 3.78 mg, and 5.04 mg, while the control group was given distilled water. Experimental studies were conducted on 24 white male rats for 48 days, after which we examine the number, abnormal morphology, motility, and sperm viability. Data was analyzed by homogeneity test, One Way ANOVA, followed by post hoc Bonferroni test. The results show that there was a significant effect on the decrease of sperm count, an increase in abnormal morphology, decrease motility and viability of white male rat’s sperm at a dose of 3.78 mg and 5.04 mg of soybean extract. From the results of this study it can be concluded that soybean extract has significant effect to decrease the number of spermatozoa, increased abnormal morphology, reduced motility and viability of spermatozoa white male rats.


Keywords


ekstrak kedelai; kuantitas dan kualitas spermatozoa; studi eksperimental

Full Text:

Download File

References


Assinder S, Ryan D, Mark F, and Glover 2007. Adult only Exposure of Male Rats to a Diet of High Phytoestrogen Content Increases Apoptosis of Meiotic and Post Meiotic. Society for Reproduction and Fertility.133: 11-19.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2008. Mutu Kedelai Nasional Lebik Baik Dari Kedelai Impor. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Biben 2012. Fitoestrogen khasiatnya terhadap sistem reproduksi non reproduksi dan keamanan penggunaannya. Makalah Seminar Ilmiah Nasional Estrogen Sebagai Sumber Hormon Alami, Universitas Padjajaran Bandung 31 Maret 2012.

Cederroth CR, Celine Z, Jean LB, and Olivies S 2010. Potential Detrimental Effects of a Phytoestrogen Rich Diet on male Fertility in Mice. Molecular and Cellular Endocrinology.321: 152-160.

Chavvaro JE, Thomas LT, Sonita MS, and Russ H 2008. Soy food and Isoflavone Intake in Relation to Semen Quality Parameters Among Men from an Infertility Clinic. Human Reproduction. vol 23(11): 2584-2590.

El Din S, Batta H, Abdul EA, and Abdul EF 2011. Effect of Soybean on Fertility of Male and Female Albino Rats. J. American Science. 7(6): 872-883.

Gultekin E, Yildiz F 2006. Introduction to Phytoestrogen, In : Yildiz F, Editor, Phytoestrogen in Functional food, Boca Raton, Florida, CRC Press Taylor & Francis Group LLC.

Guyton AC 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (terjemahan) Bagian III Edisi 7. EGC. Jakarta. Indonesia.

Hernawati 2009. Perbaikan Kinerja Repro-duksi Akibat Pemberian Isoflavon dari Tanaman Kedelai. Skripsi Fakultas Pendidikan MIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Ilyas S 2009. Pencapaian Azoospermia Pada Mencit (Mus musculus) yang Diberi Testosterone Undekanoat dan Biji Pepaya Medan (Carica papaya L) Serta Pemulihannya. Penelitian Hibah. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Khaidir M 2006. Penilaian Tingkat Fertilitas dan Penatalaksanaan Pada Pria. Jurnal Kesehatan Masyarakat I. (I): 30-34.

Marquez SR, Horacio H, and Jose AF 2012. Effects of Phytoestrogens on Mammalian Reproductive Physiology. Tropical and Subtropical Agroecosystems 15 SUP I : S129-S145.

Matsumoto AM 2001. The testis. In: Felig P, Frohman LA, editors. Endocrinology andmetabolism, 4th ed. USA: The McGraw-Hill Companies Inc.,: 635-58.

McLachlan RI, O'Donnell L, Meachem SJ, Stanton PG, de Kretser DM, Pratis K and Robertson DM 2002. Identification of specific sites of hormonal regulation in spermatogenesis in rats, monkey, and man. Recent Progress in Hormone Research. 57 : 149-179.

Mitchell JH 2001. Effect of a Phytoestrogen Food Supplement on Reproductive Health in Normal Males. Clinical Science.100: 613-618.

Modaresi M, Messripour M, and Hormat K 2011. Effect of soybean on male Reproductive Physiology in Mice. International Conference on Life Science and Technology., IPCBEE, vol 3: 15-18.

Muryanti 2005. Kadar Testosterone dan Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus L) Setelah Diberi Ekstrak Biji Saga (Abrus prectorius L.). Tesis. Program Studi Biologi. UGM. Yogyakarta.

Panghiyangani 2001. Kualitas Sperma Tikus (Rattus norvegicus) Setelah Pemberian Kafein. Bagian Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Berkala Kedokteran. Vol 1 No1 : 31-38.

Primiani CN, Umie L, Mohamad A 2011. Potensi Genistein Pada Sistem Reproduksi Mencit Jantan (Mus musculus). Tesis. Program Pasca Sarjana Pendidikan Biologi. Universitas Negeri Malang. Malang.

Rahmi DW 2007. Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai Pada Spermatogenesis Mencit Jantan Strain Balb/c. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.

Rukmana RM 2010. Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica Less) Terhadap Proses Sperma-togenesis Pada Mencit (Mus musculus L). Skripsi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

Rusmiati 2007. Pengaruh Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Viabilitas Spermatozoa Mencit Jantan (Mus musculus L). Bioscientiae.Vol 4 no 2:63-70.

Setyadi AD 2006. Organ Reproduksi dan Kualitas Sperma Mencit (Mus musculus) yang Mendapat Pakan Tambahan Kemangi (Ocimum basilicum) Segar. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Ternak Fakultas Peternakan. IPB. Bogor.

Sinaga ES 2012. Pengaruh Isoflavon Terhadap Jumlah Kecepatan dan Morfologi Spermatozoa Tikus Putih jantan (Rattus norvegicus). Tesis Program Studi Ilmu Biomedik, Universitas Andalas. Padang.

Sirivaidyapong S, Uthai S 2003. Effect of Collection Time and Collection Temperature on Motility and Viability of Canine Epididymal Sperm. International Symposium of The World Association of Veterinary Laboratory Diagnosticians and OIE Seminar on Biotechnology, 9-13 Novemebr 2003.

Wahyuni RS 2012. Pengaruh Isoflavon Terhadap Kadar Hormon Testosteron Berat Testis Diameter Tubulus Seminiferus dan Spermatogenesis Tikus Putih jantan (Rattus norvegicus). Tesis Program Studi Ilmu Biomedik, Universitas Andalas. Padang.




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v23i1.89

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Journal of Medicine Faculty

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.