Perbandingan Efektifitas Chitosan Sisik Ikan Bandeng Dengan Gentamisin Terhadap Perkembangan Escherichia Coli

Zahdatul Khaira Ummah

Abstract


Setiap infeksi yang disebabkan bakteri dalam pengobatannya diperlukan zat antibiotik. Penggunaan antibiotik telah dilaporkan terjadi resistensi pada semua bakteri patogen penting dikarenakan penggunaan yang tidak tepat. Indonesia adalah negara maritim yang memiliki kekayaan alam perikanan. Ikan bandeng, Selain dagingnya bisa dikonsumsi, sisiknya memiliki manfaat sebagai antimikroba. Chitosan adalah suatu polisakarida dari hasil deasetilasi chitin, yang didapat pada eksoskeleton ikan dan kulit hewan Crustacea. Chitosan memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat mikroorganisme seperti jamur dan bakteri karena memiliki gugus fungsional amina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas Chitosan pada sisik ikan bandeng dengan antibiotik gentamisin terhadap perkembangan E. coli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan metode post test only control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan antara Chitosan dengan gentamisin terhadap perkembangan bakteri E. coli pada taraf kepercayaan 95%  melalui uji One way ANOVA yang menyatakan angka signifikan antara Chitosan dan gentamisin sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan  penelitian ini, Chitosan memiliki tingkat efektifitas yang cukup tinggi dengan konsentrasi 0,25%. Akan tetapi pada konsentrasi 0,25% masih dibawah kemampuan antibiotik gentamisin yang menunjukkan tingkat zona hambat yang lebih tinggi dari Chitosan dengan konsentrasi 0,25%.

Keywords


Chitosan, Ikan Bandeng, Gentamisin, E. coli

Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.