Pengaruh Pajanan Gelombang Telepon Seluler Terhadap Struktur Histologi Limpa pada Mencit (Mus musculus)

Mayfuza Husain, Sri Nabawiyati Nurul Makiyah

Abstract


Radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang telepon seluler dapat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila seseorang terpajan melampaui ambang batas pemajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan radiasi gelombang telepon seluler terhadap sistem imunitas mencit (Mus musculus) dengan mengukur diameter pulpa putih limpa. Jenis penelitian adalah eksperimental menggunakan mencit (Mus musculus) jantan, berat badan 30 gram, selama 30 hari perlakuan. Perlakuan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan dengan telepon seluler GSM jenis monophonic, kelompok perlakuan dengan telepon seluler GSM jenis polyphonic dan kelompok perlakuan dengan telepon seluler CDMA, masing-masing terdiri dari lima ekor mencit. Dengan Lama pemajanan 120 menit selama 30 hari. Pada hari ke-31dilakukan dekapitasi pada mencit, organ limpa diambil, dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan HE dan diukur diameter pulpa putih limpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter pulpa putih limpa pada mencit yang diberi perlakuan tampak lebih besar bila dibandingkan dengan mencit kontrol secara bermakna(p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok perlakuan radiasi gelombang telepon seluler dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna, khususnya pada kelompok CDMA. Disimpulkan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai efek mengaktivasi sistem imun di daerah perifer.

Keywords


Limpa; mencit; radiasi gelombang telepon seluler; pulpa putih; sistem imun

Full Text:

PDF

References


Abbas AK, and Lichtman AH 2007. Cellular and Molecular Immunology (ed. 6). Philadelphia: Elsevier Saunders.p:30-31

Anies 2005. Mewaspadai Penyakit Lingkungan Akibat Radiasi Elektromagnetik. Diakses 11 April 2008, dari http://www.kompas.com/kompascetak/0304/04/Ilpeng/215874.htm-38k- Balipost 2007. Dampak Radiasi Elektromagnetik Ponsel. Diakses 3 April 2008, dari http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/1/9

/ip2.htm

Fawcett DW 2002. Buku Ajar Histologi (ed. 12). Terjemahan oleh Tambayong J. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. p: 112-211

Junqueira LC 2010. Histologi Dasar (ed. 12). Jakarta: Penerbit BukuKedokteran EGC.P:251-276

Kresno SB 2003. Imunologi: Diagnosis dan Prosedur Laboratorium(ed. 4). Jakarta: Balai Penerbit FKUI. p: 161-186

Kumar V, Cotran RS, andRobbins SL 2011. Buku Ajar Patologi Robbins (ed. 7). Volume 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. p: 185-237

Nurudin 2005. Sistem Komunikasi Indonesia. Diakses 7 April 2011, dari

http://hild4.files.wordpress.com/2007/08/dpts.doc

Roitt IM, andDelves PJ 2001. Essential Immunology (10 ed.). Blackwell Science Ltd.

Suroso 2006. Pengaruh Gelombang Elektromagnetik Ponsel pada Kesehatan. Diakses 12 Maret 2011, dari http://www.glorianet.org/arsip/b3723.html

Sutyarso 2010. Hubunganantara Lama Menggunakan Ponsel dengan Jumlah dan Kualitas Spermatozoa pada Laki-laki Fertil. Maj. Kedokt. Indon. 60 (3): 119125

Swamardika IBA 2009. Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik terhadap Kesehatan Manusia. J. Teknol. Elektro. 8(1):106-109




DOI: http://dx.doi.org/10.33476/jky.v20i3.169

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.