Gangguan fungsi sitoskeleton pada proses vitrifikasi keratinosit primer manusia

Indra Kusuma, Restu Syamsul Hadi, Yurika Sandra

Abstract


Keratinosit basal memiliki sifat multipotent, dibutuhkan kultur bebas-serum agar terhindar dari diferensiasi spontan. Kultur keratinosit memberikan peluang untuk berbagai jenis aplikasi riset dan terapi seperti bioengineered skin. Penyimpanan sel dengan metode vitrifikasi terbukti dapat melindungi fungsi embrio pada layanan bayi tabung. Penggunaan vitrifikasi pada penyimpanan keratinosit diharapkan dapat menjadi melindungi fungsi sel.

            Sampel kulit diperoleh dari preputium anak usia 4-9 tahun sebanyak 7 orang yang diperoleh dengan informed consent dari orang tua atau wali. Isolasi keratinosit menggunakan metode enzimatik dengan dispase dan trypsin/EDTA. Viabilitas dan proliferasi sel di ukur secara kalorimetrik dengan reagen WST-1 pada panjang gelombang 450 nm dan tehnik tryphan blue exclusion test. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan uji student t-test.

            Kriopreservasi dengan tehnik vitrifikasi dapat mempertahankan viabilitas pasca thawing sebesar 80% tidak ada perbedaan bermakna dengan tehnik slow-freezing (p>0,05). Meski demikian hanya 30% dari sel tersebut dapat melakukan perlekatan. Hal ini jauh lebih rendah daripada tehnik slow-freezing yang dapat melakukan perlekatan hingga 70% (p<0,05). Fotomikrograph yang diambil pasca thawing menunjukkan keratinosit yang mengalami blebbing. Disfungsi sitoskeleton akibat syok hiperosmotik dapat menyebabkan cell blebbing.

            Pembekuan sel dengan metode vitrifikasi mempengaruhi viabilitas, perlekatan dan kemampuan proliferasi sel dalam kultur. Syok hiperosmotik diperkirakan menyebabkan disfungsi sitoskeleton sehingga menjadi penyebab rendahnya kemampuan perlekatan dan hilangnya daya proliferasi pasca thawing yang dialami sel dengan perlakuan vitrifikasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan modifikasi komponen kriomedium yang dapat melindungi fungsi keratinosit.


Keywords


Keratinosit; Sitoskeleton; Vitrifikasi; Kriopreservasi

Full Text:

PDF

References


Balci D, Can A. The Assessment of Cryopreservation Conditions for Human Umbilical Cord Stroma-Derived Mesenchymal Stem Cells towards a Potential Use for Stem Cell Banking. Current stem cell research & therapy. Bentham Science Publishers; 2013;8(1):60–72.

Coleman ML, Sahai EA, Yeo M, Bosch M, Dewar A, Olson MF. Membrane blebbing during apoptosis results from caspase-mediated activation of ROCK I. Nature cell biology. Nature Publishing Group; 2001;3(4):339–45.

Desai N, Xu J, Tsulaia T, Szeptycki-Lawson J, AbdelHafez F, Goldfarb J, et al. Vitrification of mouse embryo-derived ICM cells: a tool for preserving embryonic stem cell potential? Journal of assisted reproduction and genetics. Springer; 2011;28(2):93–9.

Djuwantono T, Wirakusumah FF, Achmad TH, Sandra F, Halim D, Faried A. A comparison of cryopreservation methods: Slow-cooling vs. rapid-cooling based on cell viability, oxidative stress, apoptosis, and CD34+ enumeration of human umbilical cord blood mononucleated cells. BMC research notes. BioMed Central Ltd; 2011;4(1):371.

Freshney RI. Culture of animal cells, a manual of basic technique. John Wiley and Sons, inc;

Grinnell K, Bickenbach J. Skin keratinocytes pre-treated with embryonic stem cell-conditioned medium or BMP4 can be directed to an alternative cell lineage. Cell proliferation. Wiley Online Library; 2007;40(5):685–705.

Isachenko E, Isachenko V, Katkov II, Rahimi G, Schӧndorf T, Mallmann P, et al. DNA integrity and motility of human spermatozoa after standard slow freezing versus cryoprotectant-free vitrification. Human Reproduction. ESHRE; 2004 a;19(4):932–9.

Isachenko V, Isachenko E, Katkov II, Montag M, Dessole S, Nawroth F, et al. Cryoprotectant-free cryopreservation of human spermatozoa by vitrification and freezing in vapor: effect on motility, DNA integrity, and fertilization ability. Biology of reproduction. Soc Study Reprod; 2004 b;71(4):1167–73.

Kusuma I, Hadi RS. Geraniin suplementation increases human keratinocyte proliferation in serum-free culture. Universa Medicina. 2013;32(1):3–10.

Norman LL, Brugés J, Sengupta K, Sens P, Aranda-Espinoza H. Cell blebbing and membrane area homeostasis in spreading and retracting cells. Biophysical journal. Elsevier; 2010;99(6):1726–33.

Reubinoff B, Pera M, Vajta G, Trounson A. Effective cryopreservation of human embryonic stem cells by the open pulled straw vitrification method. Human Reproduction. ESHRE; 2001;16(10):2187–94.

Selman H. Vitrification versus conventional cryopreservation technique. Middle East Fertility Society Journal. 2005;10(3).

Strӧm S, Holm F, Bergstrӧm R, Strӧmberg A-M, Hovatta O. Derivation of 30 human embryonic stem cell lines—improving the quality. In Vitro Cellular & Developmental Biology-Animal. Springer; 2010;46(3-4):337–44.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kedokteran YARSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.