Pengaruh Spiritualitas dan HEXACO Personality terhadap Intensitas Perilaku Korupsi pada Mahasiswa

Nur Hayati, Fathul Lubabin Nuqul

Abstract


Di Indonesia kasus korupsi dianggap sebagai hal yang biasa dan dimaklumi oleh publik. Kasus korupsi tidak hanya terjadi pada kalangan pejabat akan tetapi sudah menyentuh kalangan akademisi seperti mahasiswa. Faktanya dalam praktik keuangan pada salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu meninggikan biaya dalam pelaporan pertanggungjawaban dan penyalahgunaan aset lembaga untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan fenomena tersebut maka dapat membentuk perilaku kecurangan pada mahasiswa. Adanya kasus korupsi menggambarkan bahwa korupsi mampu mengalahkan keimanan seseorang. Hal ini menunjukkan lemahnya jiwa spiritualitas sebagai benteng keimanan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritualitas dan hexaco personality terhadap intensitas perilaku korupsi pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 271 mahasiswa. Subjek dipilih menggunkan teknik purposif sampling dengan kriteria terdaftar sebagai anggota organisasi intra kampus atau pernah mengelolah keuangan, atau melakukan pelaporan keuangan atau pernah menggunakan fasilitas organisasi untuk kepentingan pribadi. Data dianalisi dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 20 for Windows. Menggunakan metode stpewise dengan tujuan untuk mengetahui variabel bebas yang paling dominan mempengaruhi intensitas perilaku korupsi  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, terdapat pengaruh spiritualitas dan hexaco personality terhadap intensitas perilaku korupsi


Keywords


spiritualitas; hexaco personality; intensitas perilaku korupsi

Full Text:

PDF

References


Amalia, F., & Yunizar. (2009). Perilaku dan Spiritualitas di Tempat Kerja. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 4-10. Retrieved from http://www.workplace

Anisah, F. R. (2016). Hubungan Antara Internal Locus Of Control Dengan Kecenderungan Perilaku Korupsi Pada Karyawan. 1-13.

Anti Corruption Clearing House. (2018, Mei). Rekapitulasi Tindak Pidana Korupsi. Retrieved from Anti Corruption Clearing House (ACCH): https://acch.kpk.go.id/id/statistik/tindak-pidana-korupsi

Ashton, M. C., & Lee, K. (2007). Empirical, Theorical, anda Practical Advantages of the HEXACO Model of Personality Structure. pp. 150-166.

Azwar, S. (2016). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cervone, D., & Pervin, A. L. (2011). Psikologi Kepribadian dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.

Connelly, B. S., & Ones, D. S. (2008). The Personality of Corruption. 42, pp. 353-385.

Faisal, M. (2013). Analisis Fraud Di Sektor Pemerintahan Kabupaten Kudus. 1, pp. 67-72.

Faishbein, M., & Ajzein, I. (1975). Belief, Attitude, Intention And Behavior: An Introduction To Theory And Research. Sydney: Addison.

Feist, J., & Feist, G. J. (2009). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.

Hage, J., & Posner, B. Z. (2013). Religion, Religiosity, And Leadership Practices. 36, pp. 396-412.

Hamid, A. Y. (2009). Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Hasan. (2010). Spiritualitas Dalam Perilaku Organisasi. 7, pp. 81-92.

Hemert, D. A., Vijver, F. J., & Poortinga, Y. H. (2002). Structural and Functional Equivalence of the Eysenck Personality Questionnaire Within and Between Countries. 33, pp. 1229-1249.

Hofstede, G., & McCrae, R. R. (2004). Personality and Culture Revisited: Linking Traits and Dimensions of Culture. 38, pp. 51-88.

Indonesia Corruption Watch. (2016, Desember 6). Korupsi Di Perguruan Tinggi. Retrieved from Indonesia Corruption Watch: https://antikorupsi.org/id/news/korupsi-di-pergururan-tinggi

Istichomaharani, I. S., & Habibah, S. S. (2016). Mewujudkan Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Change, Social Control, Dan Iron Stock. Prosiding Seminar Nasioanal dan Call For Paper ke 2, 1-6.

Jalil, A. (2013). Spiritual Enterpreneurship: Transformasi Spiritualitas Kewirausahaan. Yogyakarta: LKiS.

Johnshon, M. K., Rowatt, W. C., & Petrini, L. (2011). A New Trait On The Market: Honesty Humility As Unique Predictor Of Job Performance Ratings. 50, pp. 857-862.

Kementrian Agama RI. (2014). Al Qur’anul Karim, Terjemahan Dan Tajwid. Surakarta: Az-Ziyadah.

Lee, K., & Ashton, M. C. (2012). Personality and Individual Differences. 52, pp. 596-600.

Lee, K., Ashton, M. C., & Vries, R. E. (2005). Predicting Workplace Delinquecy and Integrity with The HEXACO and Five Factor Models of Personality Structure. 18, pp. 179-197.

Manara, M. U. (2016). Normalisasi Korupsi: Tinjauan Psikologi. Proceeding Seminar Nasional dan Call For Paper, 229-236.

Martin, K. D., & Cullen, J. B. (2006). Continuities And Extensions of Ethical Climate Theory: A Meta- Analytic. 69, pp. 175-194.

Melisa, N. L., Purnamawati, I. G., & Prayudi, M. A. (2017). Pengaruh Kecerdasan Spiritual Dan Budaya Tri Hita Karana Terhadap Kecenderungan Kecurangan (FRAUD) Akuntansi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bandung. 8, pp. 1-12.

Milliman, J., Czaplewski, A. J., & Ferguson, J. (2003). Work Spirituality and Employee Work Attitudes. 16, pp. 426-447.

Mujahidah. (2015). Implemetasi Teori Ekologi Bronfenbrenner Dalam Membangun Pendidikan Karakter Yang Berkualitas. 120, pp. 171-185.

Mukodi, & Burhamuuddin, A. (2014). Pendidikan Anti Korupsi Rekonstruksi Interpretatif dan Aplikatif di Sekolah. Yogyakarta: Aura Pustaka.

Novitasari, Y., Yusuf, S., & Ilfiandra. (2017). Perbandingan Tingkat Spiritualitas Remaja Berdasarkan Gender Dan Jurusan. 1, pp. 163-178.

Ntalianis, F., & Darr, W. (2005). The Influence Of Religiosity And Work Status On Psychological Contracts. 13, pp. 89-102.

Nugroho, D. S. (2015). Kejujuran Akademik Pada Mahasiswa Saat Menghadapi Ujian. 1-15.

Purnamasari, P., & Amaliah, I. (2015). Fraud Prevention: relevance to religiosity anda spirituality in the workplace. 211, pp. 827-835.

Purwantari. (2010, Agustus 30). Jejak Pendapat Kompas: Mempertanyakan Banalitas Korupsi. Retrieved from Indonesia Corruption Watch: https://antiikorupsi.org/id/news/jajak-pendapat-kompas-mempertanyakan-banalitas-korupsi

Puspitasari, Y. R., Haryadi, B., & Setiawan, A. R. (2015). Sisis Remang Pengelolahan Keuangan Organisasi Mahasiswa. 6, pp. 133-144

Putra, A. (2018, November 25). Aktivis Mahasiswa Dan Perilaku. Retrieved from Komisi Pemberantasan Korupsi: https://www.kpk.go.id/id/berita/publik-bicara/342-aktivis-mahasiswa-dan-perilaku-korupsi

Rastika, I. (2018, November 25). Oarang-orang Pintar Terjerat Korupsi. Retrieved from Kompas.Com: https://nasional.kompas.com/read/2013/08/16/0919579/Orang-orang.Pintar. Terjerat. Korupsi.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2005). Organizational Behavior. Amerika: Prentice Hall.

Rowatt, W. C., Powers, C., Targhetta, V., Comer, J., Kenndedy, S., & Labouff, J. (2006). Development and Initial Validation of an Implicit Measure of Humiliti Relative to Arrogance. 4, pp. 198-211.

Salama, N. (2014). Motif Dan Proses Psikologis Korupsi. 41, pp. 149-164.

Schein, E. (2004). Organization Culture And Leadership. San Fransisco: Jossey Bass.

Snyder, C. R., & Lopez, S. J. (2002). Handbook Of Positive Psychology. New York: Oxford University Press.

Tang, T. L., & Chiu, R. K. (2003). Income, Money Rthic, Pay satisfaction,Commitment, and Unethical Behavior; Is The Love Of Money The Root of Evil For Hong Kong Employees. 46, pp. 13-30.

Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi. (2011). Pendidikan Anti Korupsi Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Spora. (2015). Kapita Selekta Dan Beban Biaya Sosial Korupsi. Jakarta: Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat.

Trihendradri. (2013). Langkah-langkah Mudah Menguasai SPSS 21. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Urumsah, D., Wicaksono, A. P., & Pratama, A. J. (2016). Melihat Jauh Ke Dalam: Dampak Kecerdasan Spiritual Terhadap Niat Melakukan Kecurangan. 20, pp. 47-55.

Vera, D., & Lopez, A. R. (2004). Humility as a Source of Competitive Advantage. 33, pp. 393-408.

Wade, C., & Travris, C. (2007). Psikologi. Jakarta: Erlangga.

Winarsunu, T. (2015). Satatistika Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang: UMM Press.

Wulandari, A. P. (2012). Gambaran Kejujuran Sebagai Landasan Keutamaan Moral Mahasiswa Yang Sudah Pernah Menggambil Mata Kuliah Character Building. 2, pp. 566-572.

Yilmaz, O., & Bahcekapili, H. G. (2015). Without God, Everiting Is Permitted? The Reciprocal Influence Of Religious And Meta-ethical Beliefs. 58, pp. 95-100.

Zohar, D., & Marshall, I. (2005). Spiritualitas Capital: Membrdayakan SQ di Dunia Bisnis. Jakarta: Mizan Pustaka.




DOI: https://doi.org/10.24854/jps.v8i1.943

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Fathul Lubabin Nuqul, Nur Hayati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED IN:

Garuda Google Scholar CrossRef

OneSearch Indonesia BASE ROAD

DOAJSINTA

 

YARSI

Fakultas Psikologi 
Universitas Yarsi 
Jln. Letjend Soeprapto, Cempaka Putih 
Jakarta Pusat 10510 
Telp/fax : 021-4223138 


Web Analytics View Jurnal Psikogenesis Stats

Free counters!

Creative Commons License
Jurnal Psikogenesis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.