Perilaku Penyalahgunaan Obat Pada Komunitas Lesbian Di Kota Makassar

Indra Fajarwati Ibnu, Muh Syafar, A. Amalia Arismaya

Abstract


Lesbian merupakan salah satu kelompok yang mempunyai resiko tinggi menjadi seorang penyalahguna obat karena faktor pergaulan, trauma, konflik dan lingkungan. Penyalahgunaan obat pada komunitas lesbi terjadi karena kurang tersentuhnya  komunitas tersebut sehingga seorang lesbi dapat menjadi pengguna obat-obatan karena dipengaruhi oleh perilaku pada masing-masing pergaulan dikomunitas lesbi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perilaku lesbian terhadap penyalahgunaan obat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian adalah lesbian yang terdiri dari  terdiri dari 2 butchi (peran sebagai pria) dan 1 informan femm (peran sebagai wanita). Pengumpulan data primer dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mulai menjadi lesbi sejak SD, SMP dan SMA dengan alasan ketertarikan sendiri yang sudah ada dalam diri dan karena pengaruh dari teman. Semua lesbi menggunakan obat dalam pergaulan di komunitas lesbinya. Jenis obat yang digunakan oleh lesbi yaitu somadril dan karnopen. Lesbi menggunakan obat dengan alasan untuk menghilangkan stress, membuat tenang, simbol sebagai anak gaul dan untuk melakukan seks. Untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, disamping minum obat tersebut, lesbi juga menggunakan vinger dan vibrator. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa perilaku lesbi sudah muncul sejak usia anak-anak hingga remaja. Perilaku ini kadang tidak sadari munculnya dengan berbagai alasan hingga lesbi terjebak dalam status yang membuat komunitas tersendiri demi pemuasan psikologi dan seksualnya. Perilaku berisiko yang dilakukan pun sering menyertai pergaulan lesbi seperti menggunakan obat penenang yang dapat mereka dapatkan diapotik untuk mengatasi stress dan melakukan seks. Hubungan seks dilakukan dengan pasangan lesbinya maupun dengan tante-tante bahkan kadang dengan teman lesbi apabila lesbi telah teler. Disarankan kepada Balai Pengawasan Obat dan Makanan untuk memperketat pengawasan terhadap pembelian obat-obat penenang di apotik-apotik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.