Hubungan Antara Kepuasan Pernikahan Dengan Spiritualitas Pada Istri Bekerja Yang Berada Dalam Tahap Pernikahan Families With School Children

Syafiyah Az Zahra, Riselligia Caninsti

Abstract


Istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan families with school children (Oldest child 6-13 years) memiliki tugas-tugas dalam kehidupan rumah tangga dan tugas di pekerjaanya. Apabila tugas-tugas tersebut tidak mampu dilakukan secara seimbang, maka akan menyebabkan adanya konflik antara mengerjakan tugas di kantor dan tugas rumah tangga. Pada perempuan, intensitas terjadinya konflik tersebut lebih besar dibandingkan laki-laki. Konflik yang dialami istri, serta kurangnya dukungan dari suami menyebabkan istri bekerja mengalami kesulitan dalam membagi perannya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan istri dalam pernikahan dan berujung pada perceraian. Pada kondisi ini, aspek agama atau spiritualitas dipandang sebagai hal yang penting dalam membantu seseorang melalui permasalahan dalam kehidupannya, khususnya kehidupan pernikahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas pada istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan Families with School Children. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepuasan pernikahan dan kuisioner spiritualitas. Subjek penelitian adalah 103 orang istri bekerja yang berdomisili di wilayah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas (p = 0,563 > 0,05), baik untuk subjek yang memiliki kepuasan pernikahan tinggi dan subjek yang memiliki kepuasan pernikahan rendah. Hal ini bisa disebabkan adanya faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam kepuasan pernikahan, seperti adanya subjektifitas dalam memandang spiritualitas.

Full Text:

PDF

References


Agustin, Y. N. (2013). Gambaran Tingkat Spiritualitas Lansia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia (UPT PSLU) Magetan.

Ahmad, N. (2015). Kerangka Dasar Membangun Kesehatan Spiritual Melalui Pendekatan Psikologi Islam. Vol. 6, No. 2.

Aisyah, P. (2015). Penan Resiliensi terhadap Kualitas Hidup pada Ibu yang Tinggal di Bantaran Sungai Ciliwung dan Tinjauannya dalam Islam. Jakarta: Universitas YARSI.

Aman, S. (2013). Tren Spiritualitas Millenium Ketiga. Tanggerang, Banten: Ruhamah.

Ardhianita, I & Andayani, B. (2005). Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Berpacaran dan Tidak Berpacaran. Jurnal Psikologi Volume 32, No. 2, 101-111.

Anggasta, G. B. & Margaretha, M. (2013). Pengaruh Work-Family Conflict Terhadap Komitmen Organisasi: Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi. Jurnal Manajemen, Vol.13, No.1.

Athmainnah, S. (2012). Tinjauan Hukum Islam terhadap Istri Bekerja di Luar Negeri dalam Pembentukan Keluarga Sakinah. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Ayub, N. (2010). Development of Marital Satisfaction Scale. Pakistas Journal of Clinical Psychology, Vol. 9, No. 1, 19-34.

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Canel, A. N. (2013). The Development of The Marital Satisfaction Scale (MSS). Educational Science: Theory & Practice, Vol. 13, No. 1, 97-117.

Duvall, E.M. dan Miller, B.C. (1985). Marriage and family development. New York: Harper and Row.

Erikson, Erik. 1963. Chilhood and society. Nortoon, New York

Fincham, Frank D.; Beach, Steven R. H. (2011). Spirituality and Marital Satisfaction in African American Couples. Psychology of Religion and Spirituality, Vol. 3, No. 4, 259-268.

Fowers, Blaine J.; Olson, David H. (1993). Enrich Marital Satisfaction Scale: A Brief Research and Clinical Tool. Journal of Family Psycholoy, Vol. 7, No. 2, 176-185.

Fridayanti. (2016). Religiusitas, Spiritualitas dalam Kajian Psikologi dan Urgensi Perumusan Religiusitas Islam.

Hajizah, Y. N. (2012). Hubungan antara Komunikasi Intim dengan Kepuasan Pernikahan pada Masa Pernikahan 2 Tahun Pertama. Depok: Universitas Indonesia.

Handayani, A., Afiati, T., & Adiyanti, M. G. (2015). Studi Eksplorisasi Makna Keseimbangan Kerja Keluarga pada Ibu Bekerja. Psychology Forum UMM, ISBN: 978-979-796-324-8, 30-36.

Handayani, Arri. (2013). Keseimbangan Kerja Keluarga pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori Border. Buletin Psikologi Vol. 21 No. 2, 90-101.

Hurlock, E. (1996). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga

Hasnani, F. (2012). Spiritualitas dan Kualitas Hidup Penderita Kanker Serviks. Jurnal Health Quality, Vol. 3, No. 2, 69-140.

Jannah, H. (2011). Pemberdayaan Perempuan dalam Spiritualitas Islam (Suatu Upaya Menjadikan Perempuan Produktif). KARSA, Vol. 19, No. 2, 135-145.

Keene, J.R., & Quadagno, J. (2004). Predictors of perceived work-family balance: Gender difference or gender similarity. Sociological Perspectives, 47, 1-23

Kerlinger, FN. and Lee, H.B. (2000). Foundation of Behavioral Research ed. Victoria: Thomson Learning

Larasati, A. (2012). Kepuasan Perkawinan pada Istri Ditinjau dari Keterlibatan Suami dalam Menghadapi Tuntutan Ekonomi dan Pembagian Peran dalam Rumah Tangga. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, Vol. 1, No. 3, 1-6.

Lazar, A. (2009). The Relation Between a Multidimensional Measure of Spirituality and Measures of Psychological Functioning Among Secural Israeli Jews. The Journal of Transpersonal Psychology, Vol. 41, No. 2, 161-181.

Mayhew, M. J. (2004). Exploring the Essence of Spirituality: A Phenomenological Study of Eight Students with Eight Different Worldviews. NASPA Journal, Vol. 41, No. 3, 647-674.

Muslimah, A. I. (2014). Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Keterampilan Komunikasi Interpersonal. Journal Soul, Vol 7, No. 2, 14-21.

Musyafiq, A. (2012). Spiritualitas Kaum Fundamentalis. Volume 20, Nomor 1.

Naim, N. (2013). Kebangkitan Spiritualitas Masyarakat Modern. Volume 7, Nomor 2.

Na'imah, M. D. (2014). Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Dewasa Tengah di Dusun Sumbersuko-Kesilir-Siliragung-Banyuwangi. Banyuwangi: Universitas Islam Negeri.

Nida, F. I. (2013). Peran Kecerdasan Spiritual dalam Pencapaian Kebermaknaan Hidup. Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 4 No. 1, 185-200.

Novitasari, D. (2012). Pola Komunikasi Istri yang Bekerja Suami Menganggur. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.

Nurpratiwi, A. (2010). Pengaruh Kematangan Emosi dan Usia saat Menikah terhadap Kepuasan Pernikahan pada Dewasa Awal. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Pandanwati, K. S., & Suprapti, V. (2012). Resiliensi Keluarga pada Pasangan Dewasa Madya yang Tidak Memiliki Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, Vol. 1, No. 3, 1-8.

Paputungan, F., Asa, L. A., & Pratiwi, A. (2013). Kepuasan Pernikahan Suami Yang Memiliki Istri Berkarir.

Permata, D. C. (2015). Peranan Pola Asuh Orang Tua terhadap Resiliensi Mahasiswa Tahun Pertama yang Merantau di Jakarta serta Tinjauannya dalam Islam. Jakarta: Universitas YARSI.

Perrone, Kristin M.; Webb, L. Kay; Wright, Stephen L.; Jackson, Z. Vance; Ksiazak, Tracy M. (2006). Relationship of Spirituality to Work and Family Roles and Life Satisfaction Among Gifted Adults. Journal of Mental Health Counseling, Vol. 28, No. 3, 253-268.

Pinsof, W.M dan Lebow, J.L. (2005). Family psychology. New York:Oxford University Press Inc

Pratiwi, D. (2015). Hubungan Body Dissatise Action dan Tipe Kepribadian Big Five pada Dewasa Awal serta Tinjauannya dalam Islam. Jakarta: Universitas YARSI.

Pratiwi, H. (2016). Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Keputusan Perkawinan pada Istri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 5 No. 1, 1-11.

Rahaju, M. L. Endang Edi; Mulyat, Tatiki; Sumarlan. (2012). Motivasi Wanita Bekerja dan Pengaruhnya terhadap Kontribusi Pendapatan Keluarga. Ekomaks, Vol. 1, No. 2, 80-94.

Rini, Quriyzhin Kartika; Retnaningsih. (2008). Keterbukaan Diri dan Kepuasan Perkawinan pada Pria Dewasa Awal. Jurnal Psikologi, Vol. 1, No. 2, 152-157.

Rumondor, P. C. (2013). Pengembangan Alat Ukur Kepuasan Pernikahan Pasangan Urban. Humaniora, Vo. 4, No. 2, 1134-1140.

Sadarjoen, S. S. (2004). Model Kualitas Perkawinan Berdasarkan Kepegasan Pasangan dan Gaya Penyelesaian Konflik Perkawinan: Studi Eksplanatif terhadap Pasangan Perkawinan Eksekutif Muda Pada Usia Perkawinan Sepuluh Tahun Pertama di Kota Bandung dan Jakarta. Disertasi Doktor. Bandung: Universitas Padjajaran.

Soeharto, T. N. (2010). Konflik Pekerjaan-Keluarga dengan Kepuasan Kerja: Metaanalisis. Jurnal Psikologi, Vol. 37, No. 1, 189-194.

Soeharto, T. N. (2010). Konflik Pekerjaan-Keluarga dengan Kepuasan Kerja: Metaanalisis. Jurnal Psikologi, Vol. 37, No. 1, 189-194.

Sugiyono, (2010). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Sunjoyo, S. (2013). Aplikasi SPSS Untuk Smart Riset (Program IBM SPSS 21.0).

Bandung: Alfabeta

Surya, T. F. (2013). Kepuasan Perkawinan pada Istri Ditunjau dari Tempat Tinggal. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1, 1-13.

Syam, A. (2010). Hubungan antara Kesehatan Spiritual dengan Kesehatan Jiwa pada Lansia Muslim di Sasana Tresna Wedha KBRP Jakarta Timur. Depok: Universitas Indonesia.

Uddin, M. E. (2009). Cross-Cultural Comparison of Marriage Relationship between Muslim and Santal Communities in Rural Bangladesh. World Cultures eJournal, Vol. 17, No. 1, 1-17.

Utami, Trisni; Mariyati; Lely Ika. (2015). Persepsi terhadap Resolusi Konflik Suami dan Kepuasan Pernikahan pada Istri Bekerja di Kelurahan Bligo. Seminar Psikologi & Kemanusiaan,Vol. 324, No. 8, 978-979.

Vidaya, F. (2007). Perbedaan Kepuasan Pernikahan Pada Wanita Ditinjau Dari Tahap-Tahap Pernikahan.

Wahyuningsih, H. (2009). Validitas Konstruk Alat Ukur Spirituality Orientation Inventory (SOI). Jurnal Psikologi, Vol. 36, No. 2, 116-129.

Zarei, E. & Ahmadisarkhooni, T.(2013). Relationships Between Spiritual Quotient and Marital Satisfaction Level of Men, Women and Couples Referred to Consultancy Centers of Bandar Abbas. Iran J Psychiatry Behav Sci, Volume 7, Number 1.

Non-Ilmiah

Republika. (2016). Gugatan Cerai Lebih Banyak Diajukan Perempuan. (http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/04/07/o59kcb394-gugatan-cerai-lebih-banyak-diajukan-perempuan)

(n.d.). Retrieved Agustus 29, 2016, from http://www.indonesia-investments.com/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.