Hubungan Status Pekerjaan dengan Aktivitas Fisik pada Keluarga Binaan di Desa Pangkalan RT 09/03 Kecamatan Teluk Naga dan Desa Kemuning RT 11/03 Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten

Fauzi Ahmad, Mulyo Ajeng Rahayu, Ayu Lydia Annisa Putri, Atmaja Rizka Ulfani, Zulfah Siti, Erlina Wijayanti

Abstract


Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dipengaruhi oleh pergerakan otot skeletal sehingga menyebabkan penggunaan energi tubuh, Aktivitas fisik terdiri atas tiga komponen utama yaitu saat bekerja, rumah tangga, dan saat waktu luang. Aktivitas fisik saat bekerja menjadi target utama karena menyita waktu paling lama dalam satu hari. Tujuan penelitian ini adalah menilai hubungan antara aktivitas fisik dengan status pekerjaan keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dan desain penelitian adalah cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel merupakan keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 111 orang. Data aktivitas fisik dan status pekerjaan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner IPAQ. Data dianalisis secara bivariat menggunakan SPSS ver.23. Status pekerjaan responden dari kedua desa didapatkan 59.5% bekerja dan tidak bekerja 40.5%, dengan aktivitas fisik ringan, sedang, dan berat berurutan 9%, 14.4%, 76.6%.  Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p 0.38 (p>0.05), berarti tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan aktivitas fisik seseorang pada keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning.

Keywords


Status pekerjaan, aktivitas fisik, IPAQ

Full Text:

PDF

References


BPS. Februari 2018. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,13 persen, Rata-rata upah buruh per bulan sebesar 2,65 juta rupiah. https://www.bps.go.id/ pressrelease/2018/05/07/1484/februari-2018--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-5-13-persen--rata-rata-upah-buruh-per-bulan-sebesar-2-65-juta-rupiah.html (accessed 5 December 2018).

Domelen DRV, Koster A, Caserotti P, Brychta RJ, Chen KY, Mcclain JJ, Troiano RP, Berrigan DA and Harris Tb. 2011. Employment and Physical Activity in the U.S. Am J Prev Med; 41(2).

Feng X, Croteau K, Kolt GS, Astell-Burt T. 2016. Does retirement mean more physical activity? A longitudinal study. BMC Public Health; 6(1).

Kwak L, Berrigan D, Domelen DV, Sjostrom M, Hagstromer M. 2015. Examining differences in physical activity levels by employment status and/or job activity level: Gender-specific comparisons between the United States and Sweden. Journal of Science and Medicine in Sport; 19(1).

Macassa G, Ahmadi N, Alfredsson J, Barros H, Joaquim S and Stankunas M. 2016. Employment status and differences in physical activity behavior during times of economic hardship: results of a population-based study. International Journal of Medicine Science and Public Health;5(1).

Muzamil MS, Afriwardi, Martini RD. 2014. Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur. Jurnal Kesehatan Andalas; 3(2).

NHLBI. 2018. Physical Activity and Your Heart. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/physical-activity-and-your-heart. (accessed 5 December).

Smith L, McCourt O, Sawyer A, Ucci M, Marmot A, Wardle J, Fisher A. 2016. A review of occupational physical activity and sedentary behaviour correlates. Occupational Medicine; 66(1).

U.S. Public Health Service. 2018. Physical Activity Guidelines Advisory Committee Scientific Report, 1 ed. Washington DC: U.S. Public Health Service; 2018.




DOI: https://doi.org/10.33476/mkp.v11i1.947

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_________________________________________________ 

Copyright of Pharmamedika Health Magazine.

Powered by OJS.

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.