Prevalensi Dislipidemia pada Pasien Stroke Iskemik Berulang Rawat Jalan dan atau Rawat Inap di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Periode 2015 – Juni 2017

dr. Edi Prasetyo, Sp.S, Andhika Shahnaz Garini

Abstract


Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar Nasional) tahun 2013, prevalensi nasional
stroke adalah 7.0% (menurut diagnosis tenaga kesehatan). Sebanyak 14 Provinsi dari 33 Provinsi di Indonesia memiliki prevalensi diatas prevalensi nasional. Salah satu nya yaitu provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi 9.7%. Dari seluruh kejadian stroke, duapertiganya adalah stroke iskemik dan sepertiganya adalah stroke hemorrhagic. Faktor risiko yang memicu tingginya angka kejadian stroke iskemik, salah satunya adalah faktor yang dapat dimodifikasi yaitu, dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang yang dirawat jalan dan/atau rawat inap di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional periode 2015 – Juni 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunder berupa status rekam medis pasien dengan menggunakan desain studi cross-sectional analytic dengan sampel 107 pasien. Hasil penelitian didapat prevalensi dislipidemia pada pasien stroke iskemik sebanyak 70 pasien (65,4%), prevalensi non dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang sebanyak 37 pasien (34,6%). Berdasarkan analisis Chi Square ditemukan adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik (p<0.005) antara dislipidemia dn kejadian stroke iskemik berulang pada pasien rawat jalan dan/atau rawat inap. Hal ini sesuai dengan prevalensi dislipidemia yang lebih tinggi dari prevalensi non dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang.


Keywords


Stroke iskemik, dislipidemia, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.