Identifikasi Formaldehida Dalam Tahu Dan Mie Basah Pada Produk Pedagang Jajanan Di Sekitar Kampus Universitas YARSI Jakarta

Anna Priangani Roswiem, Triayu Septiani

Abstract


Formalin (larutan Formaldehida 37% dalam air) sering disalahgunakan fungsinya untuk mengawetkan  makanan / bahan makanan seperti tahu dan mie basah. Di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta, banyak pedagang jajanan yang menggunakan bahan baku tahu dan mie basah, seperti gorengan tahu, tahu krispi, tahu goreng untuk ketoprak, baso tahu dan mie ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan formaldehida pada tahu dan mie basah pada produk pedagang jajanan di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta. Analisis kualitatif adanya formaldehida dalam sampel, dilakukan dengan metode asam kromotropat yang dimodifikasi, dan analisis kuantitatif dengan metode spetrofotometri dengan pereaksi Nash pada λ 413 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua produk berbahan baku tahu dan mie basah pada pedagang jajanan di sekitar kampus Universitas YARSI Jakarta menggunakan bahan baku tahu dan mie basah yang ditambah bahan pengawet formalin dengan kadar formaldehida dalam tahu berkisar antara (13,9–183,3) ppm dan dalam mie basah berkisar antara (13,9–408,3) ppm. 

Keywords


Asam Kromotropat; formalin; mie basah; pedagang jajanan; tahu.

Full Text:

PDF

References


Anonim 1995. Journal Association of Official Analytical Chemistry. Chap 47: 548.

Anonim 2004. Guidelines: Formaldehyde. Environmental and Occupational Health and Safety Services. Nework: University of Medicine Dentistry of New Jersey.

BPPOM 2000. Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional No, 3 Makanan dan Minuman. Balai Pusat Penelitian Obat dan Makanan. Jakarta.

DirJen POM 2003. Formalin. Jakarta: Departemen Kesehatan R. I. Hal : 3-20.

Gosselin ER, et al., 1976. Clinical Toxicology of Commersial Product: Acute Poisoning, 4th ed. Baltimore: the Williams and Wilkins Co, p: 166 – 167.

Jon et al., 1980. Journal of The mechanism of the reaction of the Nash and the Sawichi aldehyde reagent. Department of Chemistry. McGill University, Sherbrooke St. W., Montreal, P. Q, Canada.

Mulono HJ 2005. Toksikologi Lingkung-an. Surabaya: Universitas Airlangga. Hal: 134-155.

Norliana S et al., 2009. The Health Risk of Formaldehyde to Human Beings. Malaysia: University Putra Malaysia. Faculty of Food Science and Technology.

Sihombing M 1996. Kandungan Zat Gizi Tahu yang direndam Dalam Formalin, Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia. Ed: 24 Hal 173-174.

Suryadi H, Mansur U, Christine N 2008. Optimasi pereaksi Schryver untuk identi-fikasi formalin dalam sampel permen. Makalah dipresentasikan pada Kongres Ilmiah XVI Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Yogyakarta.

Susanti S 2010. Penetapan Kadar Formaldehida Pada Tahu yang Dijual Di Pasar Ciputat Dengan metode Spektrofotometri UV-Vis Disertai Kolorimetri menggunakan Pereaksi, Nash. Skripsi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Windholz et al., 1983. the Merck Index, 10th ed. Merck & Co, Inc. New York, USA. 1983:604-605.




DOI: http://dx.doi.org/10.33476/jky.v26i3.754

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.