Gambaran Perilaku Berisiko Penyakit Kanker di Desa Pangkalan dan Desa Rancailat, Provinsi Banten

Erlina Wijayanti

Abstract


Faktor gaya hidup termasuk diet dan aktivitas fisik dikenal sebagai faktor utama penyebab kanker. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku berisiko kanker. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi penelitian adalah warga di desa pangkalan dan desa rancailat. Teknik sampling yang digunakan berupa quota sampling. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Desa Pangkalan dan Desa Rancailat didapatkan hasil bahwa dari 85 responden, perilaku berisiko rendah 62 orang (72,9%) dan perilaku berisiko tinggi 23 orang (27,1%). Berdasarkan National Cancer Institute  penggunaan tembakau atau merokok merupakan penyebab utama kanker dan kematian akibat kanker sedangkan konsumsi penyedap meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker.

Disarankan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola makan sehat agar terhindar dari penyakit terutama kanker.

Keywords


Perilaku berisiko, kanker

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


American Cancer Society. 2015. [disitasi pada tanggal 31 Juli 2017]. Health Risk of Smoking Tobacco. Tersedia di laman:

https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/tobacco-and-cancer/health-risks-of-smoking-tobacco.html

Blaylock, 2009. {Diakses tanggal 09 Agustus 2017]. The Taste That Kills, MSG.Vol :38 (2). United States of America. Tersedia di laman: http://kontroversi/bahayaMSG.com.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI No. 36 tahun 2013. [Disitasi tanggal 09 Agustus 2017]. Batasan Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet. 2013. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Tersedia di laman : http://jdih.pom.go.id/showpdf.php?u=KZaFgvQCDoKcuMbSXTQEKXIsK9gg62vHuMI4dVHHVU0%3D

International Agency for Reasearch on Cancer. 2015. [disitasi pada tanggal 28 Juli 2017]. Tersedia di laman: https://www.iarc.fr

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Pusat Data dan Informasi: Stop Kanker. Jakarta.

Leon, E Maria. Peruga, Armando. 2015. Tobacco and Cancer. Elsevier: European Against Cancer 4th Edittion.

Mayo Clinic. 2015. [disitasi pad atanggal 31 Juli 2017]. Lung Cancer. Tersedia di laman:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lung-cancer/basics/causes/con-20025531

National Cancer Institute. 2015. [disitasi pada tanggal 29 Juli 2017]. Risk Factors for Cancer. Tersedia di laman: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk

Nuryati E&Sari R. 2014. [ Disitasi tanggal 09 Agustus 2017]. Penyedap Rasa Sebagai Salah Satu Faktor Yang Diduga Berkontribusi Dengan Kejadian Kanker Payudara. JKA;1(2): 103-107. Tersedia di laman : http://jurnalkeperawatan.stikes-aisyiyahbandung.ac.id/file/JKA_Vol_1_Nomor_2_Desember%202014_ElmiNuryati_RitaSari_1.pdf

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 033 tahun 2012. [Disitasi tanggal 09 Agustus 2017]. Bahan Tambahan Pangan. 2012. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Tersedia di laman: http://jdih.pom.go.id/produk/peraturan%20menteri/Permenkes%20ttg%20BTP.pdf

WHO. 2014. Cancer. [disitasi pada tanggal 25 Juli 2017]. Tersedia di laman: www.who.int/topics/cancer/en/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.