Aktivitas Hepatoproteksi Ekstrak Polifenol Buah Delima (Punica granatumL.) Terhadap Tikus Putih Yang Diinduksi Parasetamol

Dian Apriliani, Anna P.Roswiem, Waras Nurcholis

Abstract


Buah delima dilaporkan mengandung senyawa antioksidan yang tinggi dan berfungsi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas ekstrak polifenol buah delima sebagai hepatoprotektor dan mengetahui pengaruhnya terhadap gambaran histopatologi hati tikus yang diinduksi parasetamol. Ekstraksi polifenol dilakukan dengan menggunakan pelarut aseton, air, asam asetat (90:9.5:0.5). Sebanyak 22 ekor tikus dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu kelompok I diberi pakan standar dan akuades, kelompok II diberi pakan standar dan parasetamol 500 mg/BB, kelompok III diberi pakan standar, parasetamol 500 mg/BB, dan Cursil-70 13.3 mg/BB, kelompok IV, V, VI dan VII diberi pakan standar, parasetamol 500 mg/BB, serta ekstrak polifenol buah delima dengan konsentrasi 13.3 mg/BB, 100 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 500 mg/kg BB untuk masing-masing kelompok. Perlakuan dilakukan selama 34 hari, pada hari terakhir dilakukan analisis histopatologi hati dengan mengamati kerusakan hepatosit yang meliputi jumlah sel nekrotik, sel apoptosis, sel kupffer, dan degenerasi lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polifenol buah delima dengan dosis 500 mg/BB dapat menghambat kerusakan hati (p < 0.05) karena pada konsentrasi tersebut jumlah sel nerkotik rendah, tidak ada sel apoptosis, jumlah sel kuffer rendah, dan jumlah degenerasi lemak rendah.

Keywords


Buah Delima; Punica granatum L.; Polifenol; Hepatoprotektor; Hispatologi Hati

Full Text:

PDF

References


Adji P 2004. Daya antioksidasi saponin akar kuning (archangelisia flava L. Merr) sebagai mekanisme hepatoproteksi pada tikus yang diinduksi

parasetamol.

Andersen M, Markham KR 2006. Flavonoids : Chemistry, Biochemistry

and Applications. Boca Raton: CRC Pr.

Dewa WJ 2005. Gambaran histopatologihati tikus akibat pemberian sediaan DL-2,4-diamoni n-butyric acid (DABA). [Skripsi]. Bogor : Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Donatus IA 2001. Toksikologi Dasar. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Gan Set al. 1980. Farmakologi dan Terapi. Ed ke-2. Jakarta: UI Pres.

Goli AH, Baregar M, Sahari MA2004. Antioxidant activity and total phenolic compounds of pistachio (Pistachia vera) hull extract. Food Chem 92: 521525.

Hayouni et al. 2007. The effects of solvents and extraction method on the phenolic content and biological activities in vitroof tunisian Quercus coccifera L. and Juniperus phoenica L. fruit extracts. Food chemistry 105 : 11261134.

Heryani 2010. Aktivitas fraksi polifenol buah delima (Punica granatum L.) terhadap peroksidasi lipid darah tikus yang diinduksi parasetamol. [Skripsi]. Bogor: Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Li Yet al. 2006. Evaluation of antioxidant properties og pomegranate peel extract in comparison with pomegranate pulp extract. Food Chemistry 96:254-260.

Mattjik AA, Sumertajaya M 2002. Perancangan Percobaan dengan

Aplikasi SAS dan minitab. Ed ke-1.Bogor: IPB Pr.

MENKES 2010. Penderita hepatitis di Indonesia. [terhubung berkala].

http://www.depkominfo.go.id/berita/bip n ewsroom/penderita-hepatitisdiindonesia/.[11 Agustus 2010].

Mills SE2007. Histology for Pathologists. Ed ke-3. USA: Lippincott Williams and Wilkins.

Murugesh KSet al. 2005.Hepato protective and antioxidant role of Berberis tinctorialesch leaves on paracetamol inducedhepatic damage in rats. Irian J Pharmacology and Therapeutics 4: 5469.

Partang MA2008. Analisis dan teknik sampling dalam kimia analitik.

Bandung:UPI Pres.

Stephanie K2009. Pengaruh pemberian ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada gambaran histopatologi hati ayam petelur strain isabrown. [Skripsi]. Bogor : Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Ulfa M2008. Efek hepatoprotektif ekstrak etil asetat daun sambung nyawa (Gynuraprocumbens Lour.) terhadap mencit jantan galur swiss terinduksi parasetamol. [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Vidalet al. 2003. Studies on the toxicity of Punica granatum L. whole fruit extracts.Ethnopharmacology 89: 03788741.

Wibawan IWTet al.2003. Imunologi. Bogor: IPB Pr.

Yuniarti T 2008. Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisional. Yogyakarta :

Pressindo.

Yuwono S 2010. Pengaruh pemberian meniran pada hati tikus yang

diinduksi CCl4. Departemen Kesehatan 177:278-281.




DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v23i3.228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 YARSI Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________

Copyright of YARSI Medical Journal.

Powered by OJS.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution- NonCommercial 4.0 International License.