Resiliensi Keluarga yang Memiliki Anak Tunagrahita: Bagaimana Peran Koherensi Keluarga?

Alifah Nuke Febrianty, Alabanyo Brebahama, Melok Roro Kinanthi

Abstract


Tunagrahita merupakan salah satu jenis disabilitas yang membuat penyandangnya memiliki inteligensi jauh di bawah rata-rata serta kemampuan bina bantu diri yang terbatas. Hambatan tersebut membuat anak tunagrahita menjadi kurang mandiri sehingga orang tua harus memberikan perhatian serta bantuan yang lebih besar dibandingkan dengan anak pada umumnya. Hal inilah yang dapat menjadi stressor bagi keluarga terutama ibu yang merupakan caregiver utama pada anak karena ibulah yang paling banyak meluangkan waktu untuk pengasuhan sang anak. Oleh karena itu dibutuhkan ketangguhan keluarga dalam menghadapi masalah terkait kehadiran anak tunagrahita. Resiliensi keluarga dianggap sukses bila keluarga dapat bertahan dari kesulitan dan mengambil makna dari kesulitan yang dihadapi. Salah satu cara untuk dapat resilien adalah dengan mengembangkan pandangan positif saat menghadapi masalah yang disebut juga sebagai koherensi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran koherensi keluarga terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunagrahita dari perspektif ibu. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 60 orang ibu yang memiliki anak tunagrahita, berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang dipilih menggunakan metode  purposive sampling ­. Alat ukur yang digunakan yaitu Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ) untuk mengukur resiliensi keluarga dan Family Sense of Coherence Scale (FSOCS) untuk mengukur family sense of coherence. Berdasarkan hasil uji regresi, didapatkan hasil bahwa family sense of coherence berperan secara signifikan (p< 0,05) terhadap resiliensi keluarga (R-square= 0,235). Hal ini berarti koherensi keluarga berperan sebesar 23,5% terhadap resiliensi keluarga dan 76,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Terkait dengan hal ini, upaya meningkatkan resiliensi keluarga dapat dilakukan dengan membantu keluarga mengembangkan perspektif positif dalam melihat situasi yang terjadi, menumbuhkan optimisme, dan mengedukasi keluarga untuk dapat memanfaatkan sumber daya di sekitarnya untuk membantu atasi situasi.

 

Intellectual disability is the one of disability in which the individu has intellectual far below the average, and limitation in activity daily living. This limitation makes the children with intellectual disability have low autonomy cause parents should give care and assitaant more then usual. This condition can be the one of stressor for family, especially for the mother as caregiver who give more time to practice parenting for their children. So, family resillience is very important to face the emergence of intellectual disability children in family. In order to be resillient, a family should have positive perspective when facing the problem, called sense of coherence. The purpose of this research is finding the role of family sense of coherence towards family resillience among family who has intellectual disability children. The participant of this research is 60 mothers who have intellectual disability children and live in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (Jabodetabek). The participants is selected by using purposive sampling method. This research uesd Family Resilience Questionnaire (WFRQ) to measure family resillience, and Family Sense of Coherence Scale (FSOCS) to measure family sense of corerence. Based on regression test, family sense of corerence has significant role towards family resilience (R Square = 0,235, p < 0,05). It meanse that family sense of coherence gives contribution about 23,5 % to family resillience, and 76,5 % influenced by another factors. As the conslusion, family can be more resillient if it develops positive perspective when facing problem, build optimism, and use every resources wisely in order to solve problem. 


Keywords


Family Resilience; Family Sense of Coherence; Intellectual Disability

Full Text:

PDF

References


Antonovsky, A., & Sourani, T. (1988). Family sense of coherence and family adaptation. Journal of Marriage and Family, 50(1), 79-92.

Bergh, I., & Bjork, M. (2012). Sense of coherence over time for parents with a child diagnosed with cancer, BMC Pediatrics. 12(79), 1-5.

Coyle, J., Nochajski, T., Maguin, E., Safyer, A., DeWit, D., & Macdonald, S. (2009). An exploratory study of the nature of famiy resilience in families affected by parental alcohol abuse. Journal of Family Issues, 30(12), 1606-1623.

Dogbe, J.A., Kyeremateng, J.D.A., Opoku,

P.M., Nketsia, W., & Hammond, C. (2019). ‘There is family tension, but they understand’: Familial and sibling relationshipsfollowing the diagnosis of cerebral palsy in children in Ghana. International Journal of Developmental Disabilities, 0(0), 1-13.

Dura-Vila, G., Dein, S., & Hodes, M. (2010). Children with intellectual disability: A gain not a loss: Parental beliefs and family life.Clinical Child Psychology and Psychiatry, 15(2), 171-184.

Endriyani, S., & Yunike. (2017). Having children with mental retardation. International Journal of Public Health Service, 6(4), 331-336.

Eriksson, M., & Lindstrom, B. (2005). Validity of Antonovsky’s sense of coherence scale: a systematic review. Journal of Epidemial Community Health, 59, 460-466.

Gravetter, F.J., & Forzano, L.A.B. (2015).

Research methods for the behavioral sciences. USA: Cengage Learning.

Greeff, A. P., Vansteenwegen, A., & Herbiest, T. (2011). Indicators of family resilience after the death of a child. Omega. 63(4), 343-358.

Greeff, A. P., & Van der Walt, K. (2010). Resilience in families with an autistic child. Education and Training in Autism and Developmental Disabilities, 45(3), 347-355.

Hallahan, D.P., & Kauffman, J. M. (2006).

Exceptional children: Introduction to special education (10th ed.). Boston: Allyn & Bacon.

Huber, C.H.H., Navarro, R.L., Womble,

M.W., & Mumme, F.L. (2010). Family

resilience and midlife marital

satisfaction. The Family Journal:

Counseling and Therapy for Couples

and Families, 18(2), 136-145.

Iriani, L.P., & Syafiq, M. (2017). Gambaran

hope pada seseorang penyandang tunarungu wicara yang berprestasi. Character Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(3), 1-6.

Maulidia, F.N., Kinanthi, M.R., Fitria, N., &

Permata, A.S. (2018). Peran koherensi terhadap kelentingan keluarga yang memiliki anak dengan spectrum autistic. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 11(1), 13-24.

Mangunsong, F. (2011). Psikologi dan

pendidikan anak berkebutuhan khusus. Depok: LPSP3 UI.

Moen, O.L., & Hall-Lord, M.L. (2016). Reability and Validity of Norwegian family sense of coherence scale. Open Journal of Nursing, 6, 1075-1086.

Ngai, F., & Ngu, S. (2014). Family sense of coherence and family adaptation among childbearing couples. Journal of Nursing Scholarship, 46(2), 82-90.

Pandanwati, K. S., & Suprapti, V. (2012).

Resiliensi keluarga pada pasangan dewasa madya yang tidak memiliki anak. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(3), 5-7.

Ramadhany, S., Larasati, T.A., Soleha, T.U.

(2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi. J Agromed UNILA, 4(2), 287- 292.

Rentinck, I.C.M., Gorter, J.W., Ketelaar, M.,Lindeman, E., & Jongmans, M.J.(2009). Perception of family participation among parents of children with cerebral palsy followed from infancy to toddler hood. Disability and Rehabilitation, 31(22), 1828-1834.

Saravia, J. C., Iberico, C., & Yearwood, K. (2014). Validation of Sense of Coherence (SOC) 13-item scale in a Peruvian sample. Journal of Behavior, Health & Social Issues, 6(2), 35-44.

Schweigert, E.K. (2011). Predictor of successful parents adjustment and family functioning in Family with autistic children (Disertasi Doktoral). University of Wisconsin-Madison. Wisconsin, Amerika Serikat.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Triarko, K. (2016). Penyandang Cerebral Palsy di Yogyakarta Kesulitan Akses Pendidikan Diperoleh pada 5 Desember 2017 dari http://www.cendananews.com/2016/12/penyandang-cerebral-palsy-di-yogyakarta-kesulitan-akses-pendidikan.html

Uswatunnisa, A., Brebahama, A., & Kinanthi, M.R. (2019). Peran family sense of coherence terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunanetra ditinjau dari perspektif ibu. Jurnal Psikogenesis, 7(2), 201-214.

Utami, A.P., Kinanthi, M.R., Brebahama, A. (2018). Living with children with intellectual disability. Prosiding International Seminar on Family and Consumer. Bogor, Indonesia.

Walsh, F. (2012). Facilitating family resilience: relational resources for positive youth development in condition. Dalam M. Ungar (Ed). The Social Ecology of Resilience: A Handbook of Theory and Practice. (pp.173-186). New York: Springer.

Walsh, F. (2013). Applying a family resilience framework in training, practice, and research: mastering the art of the possible. Family Process, 55(4), 616-632.

Wandasari, W. (2012). Hubungan antara

resiliensi keluarga dan koherensi keluarga pada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin (Skripsi). Diunduh dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20317251-S-Wenny%20Wandasari.pdf.




DOI: https://doi.org/10.24854/jps.v8i1.1315

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Alabanyo Brebahama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED IN:

Garuda Google Scholar CrossRef

OneSearch Indonesia BASE ROAD

DOAJSINTA

 

YARSI

Fakultas Psikologi 
Universitas Yarsi 
Jln. Letjend Soeprapto, Cempaka Putih 
Jakarta Pusat 10510 
Telp/fax : 021-4223138 


Web Analytics View Jurnal Psikogenesis Stats

Free counters!

Creative Commons License
Jurnal Psikogenesis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.