Peran Family Sense of Coherence terhadap Resiliensi Keluarga yang Memiliki Anak Tunanetra Ditinjau dari Perspektif Ibu

Alabanyo Brebahama, Aisyah Uswatun Nisa, Melok Roro Kinanthi

Abstract


Tunanetra menempati urutan pertama penyandang disabilitas di Indonesia. Anak yang mengalami ketunanetraan seringkali mengalami hambatan-hambatan dalam perkembangan maupun pendidikannya. Keluarga juga dapat mengalami dampak seperti pekerjaan ekstra dalam mengasuh anak yang mengalami tunanetra terutama orangtua. Kondisi ini dapat menjadi masa krisis bagi keluarga. Namun, ada keluarga yang tetap resilien dan bangkit setelah mengalami masa krisis. Keluarga yang dapat resilien erat kaitannya dengan family sense of coherence. Family sense of coherence membuat keluarga dapat memandang sebuah masalah sebagai tantangan dan bukan sebagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran family sense of coherence terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunanetra ditinjau dari perspektif ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 ibu yang berdomisili di DKI Jakarta dan daerah penyangga ibu kota (Tangerang, Bekasi, dan Depok) yang memiliki anak tunanetra dengan usia anak 0-20 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Family Sense of Coherence Scale dan Walsh Family Resilience Questionnaire yang telah diadaptasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa family sense of coherence memiliki peran yang signifikan terhadap resiliensi keluarga dari perspektif ibu sebesar 52.3%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan program untuk keluarga yang memiliki anak tunanetra dan anak yang mengalami ketunanetraan.


Keywords


Family Sense of Coherence, Family Resilience

Full Text:

PDF

References


Anderson, L., Larson, S., Lakin, C., & Kwak, N. (2002). Children with disabilities: Social roles and family impacts in the NHIS-D. DD Data Brief, 4(1), 1-11.

Antonovsky, A., & Sourani, T. (1988). Family sense of coherence and family adaptation. Journal of Marriage and Family, 50(1), 79-92.

Correa-Torres, S. M., & Bowen, S. K. (2016). Recognizing the needs of families of children and youth who are deafblind. American Annals of the Deaf, 161(4), 454-461.

de Klerk, H., & Greeff, A. P. (2011). Resilience in parents of young adults with visual impairments. Journal of Visual Impairment & Blindness, 105(7), 414 – 424.

Eriksson, M., & Lindstrom, B. (2005). Validity of Antonovsky’s sense of coherence scale: a systematic review. Journal of Epidemial Community Health, 59(6), 460-466.

Greeff, A. P., Vansteenwegen, A., & Gillard, J. (2012). Resilience in families living with a child with a physical disability. Rehabilitation Nursing, 37(3), 97-104.

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2009). Exceptional learners: An introduction to special education (11th ed.). USA: Pearson Education, Inc.

Irawan. (2015). Mulianya yuna netra di Indonesia. Retrieved from http://wartakesehatan.com/mobile/49269/mulianya-tuna-netra-di-indonesia.

Kalil, A. (2003). Family resilience and good child outcomes: A review of the literature. New Zealand: Centre for Social Research and Evaluation, Ministry of Social Development.

Kresna. (2015). Slamet, siswa tunanetra berprestasi hidup tragis tapi tetap semangat sekolah. Retrieved from http://news.detik.com/berita/2914012/slamet-siswa-tunanetra-berprestasi-hidup-tragis-tapi-tetap-semangat-sekolah.

Kulik, L. (2009). Explaining the sense of family coherence among husbands and wives: The Israeli case. The Journal of Social Psychology 149(6), 627-647.

Leyser, Y., Heinze, A., & Kapperman, G.

(1996). Stress and adaptation in families of children with visual disabilities. Families in Society 77(4), 240 – 249.

Lustig, D. C., & Akey, T. (1999). Adaptation in families with adult children with mental retardation: Impact of family strengths and appraisal. Education and Training in Mental Retardation and Developmental Disabilities 34(3), 260-270.

Mariotti, S., & Pascolini, D. (2010). Global data on visual impairment. Swiss: World Health Organization (WHO).

Maulidia, F. N. (2016). Peran family sense of coherence terhadap family resilience pada keluarga yang memiliki anak dengan spectrum autistic dari perspektif ibu serta tinjauannya dalam Islam (Skripsi). Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia.

Mayasari, S., Nurdiani, N., & Katili, R. (2014). Pendekatan perilaku terhadap lingkungan sekolah luar biasa di Jakarta (Skripsi). Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Indonesia.

McStay, R. L., Trembath, D., & Dissanayake, C. (2014). Stress and family quality of life in parents of children with autism spectrum disorder: Parent gender and the double ABCX model. Journal of Autism Dev Disord 44, 3101-3118.

Ngai, F., & Ngu, S. (2012). Family sense of coherence and quality of life. Qual Life Res, 22(8), 2031-2039. doi 10.1007/s11136-012-0336-y.

Oelofsen, N., & Richardson, P. (2006). Sense of coherence and parenting stress in mothers and fathers of preschool children with developmental disability. Journal of Intellectual & Developmental Disability 31(1), 1-12.

Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI). (2013). Retrieved from http://pertuni.idp-europe.org/.

Putri, I. (2015). Stereotipe negatif terhadap difabel masih melekat di budaya masyarakat. Retrieved from http://solider.or.id/2015/12/23/stereotipe-negatif-terhadap-difabel-masih-melekat-di-budaya-masyarakat.

Rachmaningtyas, A. (2013). Penyandang tunanetra di Indonesia alami diskriminasi. Retrieved from http://nasional.sindonews.com/read/799806/15/penyandang-tunanetra-di-indonesia-alami-diskriminasi-1383061850.

Shroff, H. B. (2014). Family resiliency, sense of coherence, social support and psychosocial interventions: reducing caregiver burden and determining the quality of life in persons with Alzheimer’s disease (Disertasi). Florida Atlantic University, Boca Raton, Amerika Serikat.

Sina, H. (2016). Tunanetra tak sekedar tukang pijat. Retrieved from http://www.harnas.co/2016/01/27/tunanetra-tak-sekedar-tukang-pijat.

Sugiyono. (2013). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

Virlia, S., & Wijaya, A. (2015). Penerimaan diri pada penyandang tunadaksa. Prosiding Seminar Psikologi & Kemanusiaan, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia. Retrieved from mpsi.umm.ac.id › file › 372-377 Stefani Andr.

Walsh, F. (1998). Strengthening family resilience. New York: Guilford.

Walsh, F. (2002). A family resilience framework: Innovative practice applications. Family Relations, 51(2), 130-137.

Walsh, F. (2006). Strengthening family resilience. New York: The Guilford Press.

Walsh, F. (2012). Normal family processes (4th ed.).New York: Guilford Press.

Wandasari, W. (2012). Hubungan antara resiliensi keluarga dan family sense of coherence pada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin (Skripsi). Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

Wickens, L., & Greeff, A. P. (2005). Sense of family coherence and the utilization of resources by first-year students. The American Journal of Family Therapy 33, 427-441. doi 10.1080/01926180490455303.




DOI: https://doi.org/10.24854/jps.v7i2.1132

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Alabanyo Brebahama, Aisyah Uswatun Nisa, Melok Roro Kinanthi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED IN:

Garuda Google Scholar CrossRef

OneSearch Indonesia BASE ROAD

DOAJSINTA

 

YARSI

Fakultas Psikologi 
Universitas Yarsi 
Jln. Letjend Soeprapto, Cempaka Putih 
Jakarta Pusat 10510 
Telp/fax : 021-4223138 


Web Analytics View Jurnal Psikogenesis Stats

Free counters!

Creative Commons License
Jurnal Psikogenesis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.